BerandaARTIKEL UTAMAMengaku Diculik, Marsel Jeramun...

Mengaku Diculik, Marsel Jeramun Lapor Pelaku ke Polisi

Bahwa berdasarkan uraian kronologi kejadian yang saya sampaikan di atas, maka tanpa mengurangi rasa hormat saya terhadap seluruh proses hukum atas dugaan pelanggaran / kejahatan pidana dalam proses Pilkada 2015 yang dituduhkan kepada saya oleh Sdr Robert Gasa dkk, saya meminta dengan hormat kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia, untuk menindaklanjuti Laporan Polisi ini berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Dengan ini saya melaporkan dugaan perbuatan pidana kejahatan terhadap kemerdekaan orang (dalam kasus ini saya sendiri sebagai Pelapor/Korban), yang diduga telah dilakukan oleh Sdr Hery Ganggas, Sdr Robert Gasa, dkk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 328 KUHP tentang penculikan, juncto Pasal 333 ayat (1) dan ayat (4) KUHP juncto Pasal 335 KUHP.

Bahwa selain dugaan kejahatan perampasan kemerdekaan orang, dengan ini saya juga melaporkan Sdr Robert Gasa, dkk atas dugaan kejahatan penghinaan terhadap saya dengan mengajukan pengaduan atau pemberitahuan palsu juga persangkaan yang menghina saya di hadapan pejabat Panwaslu Kabupaten Manggarai Barat, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 317 KUHP juncto Pasal 318 KUHP.

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

“Pariwisata Holistik” Keuskupan Ruteng: Antara Kata dan Perbuatan

Keuskupan Ruteng sedang gencar mensosialisasikan konsep pariwisata holistik. Bagaimana sikap Keuskupan Ruteng terhadap sejumlah persoalan krusial yang dinilai berlawanan arah dengan prinsip pariwisata holistik itu?

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Motang Rua: Kisah Heroik Pahlawan Manggarai (1)

Floresa.co - Nama Motang Rua, yang lahir tahun 1860, sudah tak...

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...