BerandaARTIKEL UTAMAMengaku Diculik, Marsel Jeramun...

Mengaku Diculik, Marsel Jeramun Lapor Pelaku ke Polisi

Kepada pejabat Panwaslu saya menjelaskan tujuan perjalanan dinas saya, bahwa saya menjalankan tugas sebagai anggota DPRD dalam Masa Reses, dilengkapi dengan surat perjalanan dinas, dengan seragam DPRD, dan dengan mobil dinas DPRD. Saya juga menjelaskan bahwa surat pernyataan tersebut telah diketik oleh orang lain dan bahwa saya berada dalam ancaman kehilangan nyawa sehingga menandatangani surat pernyataan tersebut;

Pada hari Sabtu, tanggal 12 Desember 2015 sekitar pukul 03.00 waktu setempat, setelah sekitar 4 jam diinterogasi oleh pejabat Panwaslu, saya diperbolehkan oleh Panwaslu untuk pulang ke rumah saya. Saya hanya membawa pulang pakaian saya, sedangkan uang, hanphone, dll yang sudah dirampas oleh Sdr Robert Gasa dkk tetap ditahan di kantor Panwaslu Kabupaten Manggarai Barat. Keluarga saya telah menunggu dengan penuh kecemasan, terutama karena handphone saya telah dimatikan oleh Sdr Robert Gasa dkk sehingga saya sama sekali tidak dapat mengabari keluarga saya di Labuan bajo;

Saya, istri saya, dan anak-anak saya yang masih kecil, juga keluarga saya mengalami trauma yang sangat mendalam atas kejadian ini. Kejadian yang telah menimpa saya berawal sejak hari Jumat tanggal 11 Desember 2015 sekitar pukul 16.30 waktu setempat sampai  dengan hari Sabtu tanggal 12 Desember 2015 sekitar pukul 03.00 waktu setempat, atau selama hampir 11 jam, saya diculik dan dibawa paksa, berada dalam tekanan, diintimidasi, diancam  kehilangan nyawa, dituduh, dipaksa membuat surat pernyataan, dll. Surat pernyataan yang terpaksa saya buat entah bagaimana telah beredar di media sosial dan media massa online, sehingga ada banyak komentar di media sosial yang menghina martabat saya sebagai pribadi dan sebagai anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, juga menghina martabat keluarga saya;

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

“Pariwisata Holistik” Keuskupan Ruteng: Antara Kata dan Perbuatan

Keuskupan Ruteng sedang gencar mensosialisasikan konsep pariwisata holistik. Bagaimana sikap Keuskupan Ruteng terhadap sejumlah persoalan krusial yang dinilai berlawanan arah dengan prinsip pariwisata holistik itu?

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Motang Rua: Kisah Heroik Pahlawan Manggarai (1)

Floresa.co - Nama Motang Rua, yang lahir tahun 1860, sudah tak...

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...