BerandaARTIKEL UTAMAMengaku Diculik, Marsel Jeramun...

Mengaku Diculik, Marsel Jeramun Lapor Pelaku ke Polisi

Setelah sekitar 1 jam di rumah Sdr Aleks Dembot di Kampung Bung, saya lalu dibawa ke dalam mobil jenis APV. Di dalam mobil ada 3 (tiga) orang yang salah satunya saya ketahui adalah Sdr Robert Gasa. Saya dibawa dengan mobil APV tersebut menuju Labuan Bajo;

Dalam perjalan dari Kampung Bung menuju Labuan Bajo, sekitar pukul 21.00 waktu setempat, mobil APV yang membawa saya tiba di Kampung Melo, Desa Liang Ndara Kecamatan Mbeliling Kabupaten Manggarai Barat. Di sana rupanya sudah ada 2 (dua) mobil menunggu kedatangan mobil APV yang membawa saya. Lalu kedua mobil tersebut berjalan beriring-iringan dengan mobil APV yang membawa saya menuju Labuan Bajo;

Dalam perjalanan dari Kampung Melo menuju Labuan Bajo, sekitar pukul 22.00 waktu setempat, di sekitar Kampung Merombok, saya dipaksa menandatangani di atas meterai sebuah surat pernyataan yang sudah diketik komputer, yang isinya hampir sama dengan surat pernyataan dengan tulisan tangan yang sudah terpaksa saya buat di Kampung Bung;

Sekitar pukul 23.00 waktu setempat, rombongan 3 mobil tersebut membawa saya ke kantor Panwaslu Kabupaten Manggarai Barat di Labuan Bajo. Orang-orang yang membawa saya, termasuk Sdr Robert Gasa, menyerahkan saya kepada pejabat Panwaslu dan mereka menyampaikan laporan bahwa saya telah mengaku secara tertulis mengenai pembagian uang oleh Paket Gusti-Maria dalam Pilkada 2015. Semua barang-barang milik saya yang telah dirampas sebelumnya diserahkan kepada pejabat Panwaslu;

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

“Pariwisata Holistik” Keuskupan Ruteng: Antara Kata dan Perbuatan

Keuskupan Ruteng sedang gencar mensosialisasikan konsep pariwisata holistik. Bagaimana sikap Keuskupan Ruteng terhadap sejumlah persoalan krusial yang dinilai berlawanan arah dengan prinsip pariwisata holistik itu?

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Motang Rua: Kisah Heroik Pahlawan Manggarai (1)

Floresa.co - Nama Motang Rua, yang lahir tahun 1860, sudah tak...

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...