BerandaARTIKEL UTAMAMengaku Diculik, Marsel Jeramun...

Mengaku Diculik, Marsel Jeramun Lapor Pelaku ke Polisi

Berikut kronologi kasus yang ditulis Marsel dalam laporan ke polisi, , yang salinannya diterima Floresa.co, Minggu.

Pada hari Kamis tanggal 10 Desember 2015 saya mulai mengunjungi konstituen di DAPIL II, dimulai dari konstituen di Desa Kasong, Kecamatan Ndoso, Kabutapen Manggarai Barat. Saya mengendarai kendaraan roda empat jenis sport (SUV) merek Ford dengan No. Pol. EB 934 G yang merupakan kendaraan dinas Saudara Abdul Ganir, SH., selaku Wakil Ketua DPRD Manggarai Barat. Untuk Masa Reses kali ini, saya dan Wakil Ketua DPRD saling tukar pakai kendaraan dinas, karena kendaraan dinas yang biasa saya pakai adalah jenis kijang Izuzu Panther yang tidak aman untuk kondisi jalan di DAPIL II pada musim hujan sekarang. Saya berjalan bersama dengan seorang sopir bernama Aloisius Mansur yang akrab disapa Lois. Saya sampai di Desa Kasong tersebut sekitar pukul 20.00 waktu setempat dan saya bertemu dengan Darius Tote yang menjabat sebagai Bendahara Desa Kasong dan membicarakan hal-hal terkait situasi dan kondisi di Desa Kasong;

Pada hari Jumat tanggal 11 Desember 2015 sekitar pukul 11.00 waktu setempat, saya berkunjung ke Desa Golo Bore, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat.  Sebelum ke desa Golo Bore, saya wajib melaporkan diri kepada Camat Ndoso selaku pimpinan wilayah.  Saya diterima oleh Sekretaris Camat karena saat itu Camat Ndoso sedang melakukan kunjungan kerja ke desa Ndoso. Sekcam Ndoso memfasilitasi pertemuan saya dengan kepala desa Golo Bore. Setelah ditelpon Sekcam, saya akhirnya bertemu dengan kepala desa tepat di pertigaan jalan menuju desa Golo Bore. Usai bertemu dengan saudara Stevie Tanggang, selaku Kepala Desa, kurang lebih pukul 11.30, saya meninggalkan wilayah Ndoso untuk melanjutkan kegiatan reses saya di kecamatan Kuwus tepatnya di Kelurahan Nantal.

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

“Pariwisata Holistik” Keuskupan Ruteng: Antara Kata dan Perbuatan

Keuskupan Ruteng sedang gencar mensosialisasikan konsep pariwisata holistik. Bagaimana sikap Keuskupan Ruteng terhadap sejumlah persoalan krusial yang dinilai berlawanan arah dengan prinsip pariwisata holistik itu?

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Motang Rua: Kisah Heroik Pahlawan Manggarai (1)

Floresa.co - Nama Motang Rua, yang lahir tahun 1860, sudah tak...

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...