BerandaARTIKEL UTAMAKonflik Pasca Pilkada

Konflik Pasca Pilkada

Sembari meleraikan konflik, penting kiranya proses pemasyarakatan hukum (law socialization), hal yang cendrung diabaikan selama ini.

Konflik yang terjadi bisa jadi dipicu oleh kurangnya sosialisai mengenai upaya hukum terkait perbedaan pendapat dalam proses pemungutan sampai pada penghitungan suara.

Upaya Hukum

Perbedaan pendapat terhadap hasil rekapitulasi suara, sehingga ada kandidat yang merasa diri dirugikan adalah hal yang wajar.

Namun penyelesaianya bukan dengan sesuka hati. Ada mekanisme hukum yang ditempuh jika terjadi kesalahan, baik yang bersifat adminstratif maupun karena human error.

Jika perbedaan pendapat  itu menyebabkan kerugian bagi salah satu kandidat, maka kandidat yang dirugikan idapat menempuh upaya hukum dengan mengajukan permohonan perkara perselisihan hasil pemilihan umum ke Mahkamah Konstitusi.

Jenis perselisihan atau sengketa mengenai hasil pemilihan umum ini tentunya harus dibedakan dari sengketa yang timbul dalam kegiatan kampanye, atau teknis pelaksanaan pemungutan suara.

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Wawancara Suster Virgula SSpS: “Percaya Sepenuhnya Kepada Tuhan”

Floresa.co - Nama Sr Virgula Schmitt SSpS (87) sangat akrab bagi...

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Pastor John Prior: Vatikan Harus Buka Hasil Penyelidikan Kasus Moral Kaum Klerus

Floresa.co - Pastor John Mansford Prior SVD, dosen di Sekolah Tinggi...

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

Kami Cemas dan Takut Karena Proyek Ini Terus Dipaksakan, Kata Warga Wae Sano di Hadapan Bank Dunia

"Kami yakin bahwa Bank Dunia tidak ingin terlibat dalam proses pembangunan yang penuh dengan intimidasi dan potensi kekerasan,” demikian pernyataan warga.