BerandaPOLITIKDula-Maria Masih di Puncak,...

Dula-Maria Masih di Puncak, Tobi-Frans Juru Kunci

Floresa.co – Hasil perhitungan suara Pilkada Manggarai Barat (Mabar) – Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dilansir di situs milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat sudah mencapai 98,17 persen pada hari ini, Minggu (13/12/2015).

Sejauh ini, calon petahan Agustinus Ch Dula yang berpasangan dengan Maria Geong (Dula-Mari) memimpin perolehan suara dan tampak sudah tidak bisa dikejar lagi oleh kandidat lain. Mereka sudah mengantongi 28.448 suara (25,20%).

Sementara itu, pasangan Tobias Wanus dan Fransiskus Sukmaniara (Tobi-Frans) berada di posisi buncit, dengan raihan suara 14.999 (13,29%).

Berikut adalah data urutan perolehan sementara hingga Minggu pukul 12.45 Wita:

  1. Agustinus CH. Dula dan Maria Geong
    Perolehan : 28.448 Suara (25,20%)
  2. Ferdinandus Pantas dan Yohanes Dionisius Hapan
    Perolehan : 24.593 Suara (21,79%)
  3. Mateus Hamsi dan Paul Serak Baut
    Perolehan : 22.880 Suara (20,27%)
  4. Maximus Gasa dan Abdul Asis
    Perolehan : 21.949 Suara (19,45%)
  5. Tobias Wanus dan Fransiskus Sukmaniara
    Perolehan : 14.999 Suara (13,29%)

Dari total jumlah suara yang sudah dihitung, yakni 113.367 suara, yang sah mencapai 112.430 atau 99,17 persen. Suara tidak sah berjumlah 932. (Ari D/ARL/Floresa)

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Terkait Aksi Represif di Labuan Bajo, PMKRI dan GMNI Desak Kapolri Copot Kapolda NTT dan Kapolres Mabar

"Kedua petinggi institusi kepolisian ini telah mempermalukan institusi Polri dengan memerintahkan anak buahnya melakukan tindakan represif," tegas PMKRI dan GMNI.

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.

Aksi Mogok Hari Kedua: Satu Pelaku Wisata Jadi Tersangka, Pemerintah Pakai Mobil Dinas Angkut Wisatawan

Upaya para pelaku wisata melakukan aksi damai untuk menyuarakan protes kepada pemerintah dilarang aparat, dengan dalih bahwa aksi mereka tidak diizinkan karena mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Hingga sore ini, masih terdapat tiga pelaku wisata yang ditahan di Polres Mabar, sejak ditangkap kemarin. Salah satunya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Puluhan Pelaku Wisata Masih Ditahan di Polres Mabar, 6 Mengalami Luka

“Enam orang [di antaranya] mengalami luka yang kelihatan pada tubuh dan wajah dan 4 orang mengalami sakit di kepala dan punggung yang [menurut] pengakuan mereka merasa dipukul dan ditendang dari belakang,” kata pengacara.

Tanggapi Mogok Massal di Labuan Bajo Lewat Himbauan di Medsos, Menteri Pariwisata Dikritik Keras

“Pak @Saindiuno, yang terjadi di L Bajo, pemerintah pakai dalih konservasi, itu pun tidak masuk akal, padahal sebenarnya mau invasi investasi ke TNK. Jangan tipu masyarakat...”

Walhi NTT Ingatkan Pemerintah Berhenti Khianati Mandat Cagar Biosfer TN Komodo

“TN Komodo yang telah berjalan 42 tahun gagal untuk menjalankan tiga mandat utama cagar biosfer yakni pelestarian keanekaragaman hayati/satwa, peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat dengan mekanisme ekonomi ramah lingkungan dan berkeadilan dan pemuliaan kebudayaan rakyat,” kata Walhi NTT