BerandaMENDALAMCoblos Ulang di Satar...

Coblos Ulang di Satar Mese Barat: Suara Hery-Adolf Bertambah, Deno-Madur Berkurang

Floresa.co – Pada hari ini, Minggu (13/12/2015), salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai melakukan pencoblosan ulang, setelah pihak Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) menemukan adanya pelanggaran pada 9 Desember lalu.

Pemungutan suara ulang di TPS 02 Narang, Desa Cambir Leca itu, dimulai pada pukul 07.00 Wita.

Di TPS tersebut terdapat 418 pemilih, yakni 401 Daftar Pemilih Tetap (DPT) , 2 orang DPT Tambahan-1 dan 15 orang DPT Tambahan-2.

Namun, dalam pencoblosan tadi, hanya 349 orang yang hadir. Sisanya, 69 orang tidak hadir di TPS yang terletak di SDK Narang 2, dengan berbagai alasan.

“Ada yang tidak sempat ke Gereja, asalkan bisa ikut coblos,” kata Siprianus Salim, Kepala Desa Cambir Leca.

Menurut hasil pemungutan suara ulang ini, pasangan Deno Kamelus-Victor Madur (Deno-Madur) meraih 120 suara, sedangkan pasangan Herybertus GL Nabit-Adolfus Gabur (Hery-Adolf) meraih 229 suara.

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Bowosie: Bisnis Orang Pusat di Labuan Bajo?

Yosef Sampurna Nggarang berpandangan bahwa Badan Pelaksana Otoritatif Labuan Bajo Flores (BPO)-LBF lebih memberi kesan menjadi bagian dari oligarki yang ingin mengusai bisnis pariwisata di Labuan Bajo, dibanding berjuang agar mayoritas warga, terutama warga lokal bisa hidup dari pariwisata yang sudah mendunia itu dan kini dilabeli pariwisata super premium.

Kami Cemas dan Takut Karena Proyek Ini Terus Dipaksakan, Kata Warga Wae Sano di Hadapan Bank Dunia

"Kami yakin bahwa Bank Dunia tidak ingin terlibat dalam proses pembangunan yang penuh dengan intimidasi dan potensi kekerasan,” demikian pernyataan warga.

“Pariwisata Holistik” Keuskupan Ruteng: Antara Kata dan Perbuatan

Keuskupan Ruteng sedang gencar mensosialisasikan konsep pariwisata holistik. Bagaimana sikap Keuskupan Ruteng terhadap sejumlah persoalan krusial yang dinilai berlawanan arah dengan prinsip pariwisata holistik itu?

Dikunjungi Bank Dunia, Warga Wae Sano Desak Batalkan Pendanaan Proyek Geothermal

"Kami menegaskan, sudah sejak awal tidak pernah sekalipun memberi persetujuan atas proyek geothermal Wae Sano. Kami sudah menyampaikan hal itu dalam surat yang telah kami kirim kepada Bank Dunia pada Februari 2020 dan Juli 2021," kata salah seorang warga