BerandaPOLITIKTeken Surat Terkait Politik...

Teken Surat Terkait Politik Uang, Marsel Jeramun Mengaku Karena Diancam

Namun, jelasnya, sopir itu segera lari menuju kampung asalnya di Sampar, Desa Pong Lale, Kecamatan Ruteng, yang jaraknya lima kilo meter dari lokasi kejadian.

Di kampung itu, sopir ini langsung menahan dua orang penculik. Warga pun bereaksi, dengan mengancam menahan mereka pelaku, jika Marsel tidak ditemukan.

Sementara itu, Marsel dibawa ke Bung, Desa Bulan Kecamatan Ruteng.

Di salah satu rumah di sana, ia mengaku dipukul pada bagian kepala dan diancam bunuh.

“Dalam perjalanan ke Labuan Bajo, mereka paksa saya membuat surat pernyataan seperti yang  tersebar sekarang,” katanya.

Kata Marsel, dalam posisi diancam dan takut dibunuh, dirinya terpaksa melakukan apa yang menjadi permintaan, sebab di ditancam dengan parang.

Saat tiba di Panwas, ia mengatakan, di sana ada Martin Warus, rekannya di DPRD dan berasal dari dapil yang sama dengan Marsel.

Di sanalah, Marsel mengaku mengklarifikasi surat perjalanan dinas tersebut, sebab dalam surat dinas yang ia bawa juga tertera nama Marten Warus.

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Terkait Aksi Represif di Labuan Bajo, PMKRI dan GMNI Desak Kapolri Copot Kapolda NTT dan Kapolres Mabar

"Kedua petinggi institusi kepolisian ini telah mempermalukan institusi Polri dengan memerintahkan anak buahnya melakukan tindakan represif," tegas PMKRI dan GMNI.

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.

Aksi Mogok Hari Kedua: Satu Pelaku Wisata Jadi Tersangka, Pemerintah Pakai Mobil Dinas Angkut Wisatawan

Upaya para pelaku wisata melakukan aksi damai untuk menyuarakan protes kepada pemerintah dilarang aparat, dengan dalih bahwa aksi mereka tidak diizinkan karena mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Hingga sore ini, masih terdapat tiga pelaku wisata yang ditahan di Polres Mabar, sejak ditangkap kemarin. Salah satunya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Puluhan Pelaku Wisata Masih Ditahan di Polres Mabar, 6 Mengalami Luka

“Enam orang [di antaranya] mengalami luka yang kelihatan pada tubuh dan wajah dan 4 orang mengalami sakit di kepala dan punggung yang [menurut] pengakuan mereka merasa dipukul dan ditendang dari belakang,” kata pengacara.

Tanggapi Mogok Massal di Labuan Bajo Lewat Himbauan di Medsos, Menteri Pariwisata Dikritik Keras

“Pak @Saindiuno, yang terjadi di L Bajo, pemerintah pakai dalih konservasi, itu pun tidak masuk akal, padahal sebenarnya mau invasi investasi ke TNK. Jangan tipu masyarakat...”

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....