BerandaPOLITIKTeken Surat Terkait Politik...

Teken Surat Terkait Politik Uang, Marsel Jeramun Mengaku Karena Diancam

Labuan Bajo, Floresa.co – Pilkada di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) – Flores, Nusa Tenggara Timur dihebohkan oleh kasus penangkapan Marselinus Jeramun, anggota DPRD Mabar pada Jumat (11/12/2015), karena tudingan politik uang (politic uang).

Usai ditangkap, ia dibawa ke kantor Panitia Pengawas (Panwas) Mabar.

Ia dilaporkan menandatangani pernyataan yang berisi pengakuan bahwa ia telah membagi uang kepada sejumlah warga di dapil II (Kecamatan Macang Pacar, Kuwus dan Ndoso) dan juga kepada penyelenggara Pilkada di Kecamatan Ndoso.

BACA: Tim Gusti-Maria Mengaku Bagi-bagi Uang

Kasus ini, yang menyeret nama pasangan calon bupati dan wakil bupati Mabar, Agustinus Ch Dula-Maria Geong (Gusti-Maria) kini di tangan pihak Panwas Mabar.

Cerita Marsel

Namun, di balik kasus itu, kini mencuat tudingan bahwa Marsel sebenarnya tidak melakukan apa yang dituduhkan.

Kepada Floresa.co di Labuan Bajo, ia membantah semua isi surat itu dan menyebut, ia menandatanganinya di bawah tekanan.

”Di atas mobil, mereka suruh saya tanda tangan surat itu. Semua konsep surat dibuat (oleh mereka) mereka,” katanya.

Marsel pun mengaku, dirinya adalah korban penculikan.

Ia mengisahkan, dirinya dicegat oleh sekelompok orang di Puar Lewe, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai.

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Wawancara Suster Virgula SSpS: “Percaya Sepenuhnya Kepada Tuhan”

Floresa.co - Nama Sr Virgula Schmitt SSpS (87) sangat akrab bagi...

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Pastor John Prior: Vatikan Harus Buka Hasil Penyelidikan Kasus Moral Kaum Klerus

Floresa.co - Pastor John Mansford Prior SVD, dosen di Sekolah Tinggi...

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

Kami Cemas dan Takut Karena Proyek Ini Terus Dipaksakan, Kata Warga Wae Sano di Hadapan Bank Dunia

"Kami yakin bahwa Bank Dunia tidak ingin terlibat dalam proses pembangunan yang penuh dengan intimidasi dan potensi kekerasan,” demikian pernyataan warga.