Sampah di Jalan Kampung Tengah . Foto diambil dari mobil setelah hujan, Kamis (10/12/2015). Foto: Ferdinand Ambo/Floresa

Labuan Bajo, Floresa.co – Hujan yang mulai mengguyur kota Labuan Bajo pada awal Desember ini, membawa dampak buruk pada pemandangan kota di ujung barat Pulau Flores itu.

Beberapa ruas jalan dalam Kota Labuan Bajo semakin becek alias berair dan berlumpur. Kondisi ini disbabkan kerusakan di ruas jalan, akibatnya air mudah tergenang dan menimbulkan lumpur.

Celakanya, tak ada saluran pembuangan pada beberapa ruas jalan yang tergenang air itu.

Beberapa ruas jalan juga dipenuhi sampah, seperti jalan Kampung Tengah yang merupakan kawasan pariwisata, pertigaan dari Pasar Lama, kemudian depan pasar Wae Kesambi dan ruas jalan Hotel Puncak Waringin.

Sementara di perempatan Langka Kabe, genangan air meluap akibat tidak tersedianya saluran pembuangan. Padahal kawasan tersebut terletak tidak jauh dari  kantor bupati.

Pantauan Floresa.co, Kamis (10/12/2015) beberapa ruas jalan yang tergenang air dan becek, yakni jalan arah Sernaru menuju Lancang,ruas jalan Wae Kesambi dari arah Patung Caci, Jalan Wae Bo dan jalan samping SD Batu Cermin.

Warga, Wae Kesambi, Bernadus Nudi, berharap kepada pemerintah Kabupaten Manggarai Barat agar ruas jalan menuju Wae Kesambi segera diperbaiki. Selain jalan itu, dirinya juga meminta kepada dinas terkait agar segera membangun beberapa ruas jalan dalam kota yang sejak lama dibuka namun belum diaspal.

”Bagaimana tanggapan para tamu dan wisatawan,kalau kota pariwisata seperti ini,kan kita jadi malu,”ujar Nudi. (Ferdinand Ambo/PTD/Floresa)