Ferdi Pantas dan Yohanes Hapan berada di antara para pendukungnya saat kampanye akbar, Kamis (3/12/2015

Labuan Bajo, Floresa.co – Situasi Labuan Bajo, ibu Kota Kabupaten Manggarai Barat, pada hari ketiga jadwal kampanye calon bupati dan wakil bupati semakin semarak.

Biasanya, kota yang berada di ujung barat Pulau Flores ini sepi. Namun, kegiatan kampanye membuat suasananya jadi sangat ramai, lalu lintasnya pun cenderung padat merayap.

Seperti yang terjadi hari ini, Kamis (3/11/2015), saat pasangan calon bupati dan wakil bupati, Ferdi Pantas – Yohanes Dionesius Hapan menggelar kampanye akbar. Ribuan manusia membludak, tumpah ruah di kota di ujung barat Pulau Flores ini, terutama di ruas jalan menuju bandar udara Komodo.

Bahkan ratusan kendaraan roda dua dan roda empat para pendukung susah mendapatkan tempat parkir di tempat kampanye yang berlokasi kediaman Yohanes Dionesius Hapan.

Sekitar pukul 11.00 Wita, ketika seluruh pendukung pasangan dengan sebutan Firdaus itu tiba di Labuan Bajo, mereka berkonvoi mengeliling kota.

Ferdi Pantas dan Johni Hapan menumpangi kendaraan pickup, diikuti seluruh kendaraan para pendukung yang datang dari seluruh kecamatan di kabupaten Mabar.

Sekitar pukul 12.30 Wita, massa kembali ke lokasi kampanye yang berpusat di halaman rumah calon Wabub Yohanes Dionesius Hapan di jalan bandara Komodo, kelurahan Wae Kelambu, untuk menyaksikan orasi politik.

Dalam orasinya Ferdi Pantas, mengatakan lima tahun kedepan program utama yang dilakukan adalah pembangunan infrastruktur jalan dan peningkatan kualitas kesejahtraan rakyat Mabar

Kemudian, peningkatan dan pemantapan jalur perhubungan, pembangunan rumah sakit, irigasi, penataan pariwisata, penyedian air minum bersih, penataan sektor pendidikan.

“Kontrak politik kami berdua, jika program tidak terealisasi kami siap mundur,”ujar Ferdi Pantas.

Ferdi yang berbicara berapi-api menyebutkan sejumlah kampung di Manggarai Barat yang belum tersentuh aspal.

Pendukungnya pun menyambut dengan sorak-sorai. “Ite kali ata cocokn cau landuk lonton bongkok kraeng. Ce’e Mabar ho’o ite, ndael bailn lami lako salang data ho ga, lantik ite ga,“ujar salah satu pendukung.

Ite, ho’o muing saatn ga, cai dite pande gerak neteng bendar,deu bailn sengsara toe leti oto” sambung seorang pendukung lainnya.

Menurut Ferdi, Manggarai Barat membutuhkan pemimpin yang kecekatan dalam menetapkan arah kebijakan.

“Orang tidur nyenyak kalu ke Ruteng, jalanya bagus. Mengapa di Mabar tidak bisa? Jika Mabar mau maju ayo pilih Firdaus,”ujar mantan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai itu. (Ferdinand Ambo/PTD/Floresa)