Kondisi RSUD WZ Kupang setelah sampah-sampah yang sebelumnya menumpuk selama dua tahun, bisa diatasi. (Foto: BaraJP NTT)

Kupang, Floresa.co – Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) WZ Yohanes Kupang sudah berhasil mengatasi persoalan sampah yang selama dua tahun menumpuk di sekitar lokasi fasilitas kesehatan tersebut.

Hal itu pun menuai apresiasi dari banyak kalangan, termasuk dari Barisan Relawan Jalan Perubahan (BaraJP) dan Jaringan Mahasiswa Kesehatan (JMK) NTT.

“Ini langkah maju yang perlu diapresiasi dan dipublikasikan pada masyarakat sehingga stereotipe buruk tentang rumah sakit ini pelan-pelan kita hilangkan. Apalagi wajah tempat pembakaran limbah medis padat sekarang ini sudah berbeda dari beberapa bulan lalu,” kata Florianus Sambi Dede dari BaraJP NTT dalam siaran pers yang diterima Floresa.co, Senin (23/11/2015).

Senada dengan Dede, Ketua JMK NTT, Yoan Nyron menegaskan, ke depan di rumah sakit itu perlu dibuat sebuah sistem pengelolahan sampah medis sesuai dengan standar Kepmenkes Nomor 1.204 tahun 2004.

Menurutnya, hal itu dibuat agar tidak membahayakan bagi pasien dan lingkungan sekitar rumah sakit.

Masalah sampah di lokasi rumah sakit itu sebelumnya dikeluhkan oleh warga, terutama yang pernah dirawat di rumah sakit itu.

Selama dua tahun terakhir di bawah pimpinan mantan direktur Alfonsius Anapaku, masalah ini tidakdiperhatikan. Persoalan tersebut masih tetap berlanjut saat rumah sakit itu dipimpin oleh Plt direktur Arizona Ondok.

Sampah di RSUD WZ Yohanes Kupang sebelum dibersihkan. (Foto: Mediakonstruksintt.com)
Sampah di RSUD WZ Yohanes Kupang sebelum dibersihkan. (Foto: Mediakonstruksintt.com)

Persoalan ini mulai mendapat atensi, sejak tampuk kepemimpinan beralih ke pimpinan baru Dominikus M. Mere.

Dominikus mengatakan, manajemen di RSUD itu membutuhkan sejumlah pembenaha­n sesuai standar akreditasinya yaitu rumah sakit tipe B.

Salah satu pembenahan yang akan dibuat ke depan, kata dia, adalah pengelolahan sampah medis.

“Kita menyadari permasalahan sampah medis ini penting, maka sesegera kita kemas sampah medis itu, kita lakukan kerja sama dengan PT Semen Kupang untuk pemusnahannya,” jelas direktur yang baru dilantik dua bulan lalu itu.

Ia menambahkan, “selain itu, incenerator yang rusak kita perbaiki, kini sudah beroperasi lagi serta tempat pengolahan sampah medis padat kita pugari sehingga lebih bagus diliat dan lebih sehat.”

Dominikus menyampaikan terima kasih kepada DPD BaraJP dan JMK NTT serta masyarakat yang turut mengambil bagian dalam melakukan pengontrolan terhadap penyelenggaraan pelayanan rumah sakit ini. (Ardy Abba/ARL/Floresa)