Mahasiswa yang ikut dalam kegiatan penanam anakan mangrove di Pantai Oesapa, Kupang

Kupang, Floresa.co –  Aktivis Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) NTT bersama Unit Kreativitas Mahasiswa (UKM) Fakultas Perikanan Universitas Muhammadyah Kupang menggelar bakti sosial pembersihan pantai dan penanaman anakan mangrove di Pantai Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima pada akhir pekan lalu.

Kegiatan itu yang juga diikuti beberapa dosen melibatkan warga RT 34  Kelurahan Oesapa.

Ketua UKM, Ferdinandus Pape dalam sambutannya mengatakan, sebagai bagian dari komunitas akademik, mahasiswa tidak cukup dengan menimba ilmu di bangku kuliah.

“Kita harus harus melakukan praktek nyata yaitu berada bersama masyarakat sebagai pengamalan dari Tridarma perguruan tinggi yang salah satunya darma pengabdian kepada masyarakat,” katanya saat memberi sambutan pembuka kegiatan ini pada Sabtu lalu (21/11/2015).

Sementara itu, Siti Hallija, Dekan Fakultas Perikanan Universitas Muhamadiyah mengatakan, mahasiswa harus peka terhadap realitas sosial.

“Kegiatan-kegiatan seperti ini harus terus dilakukan dan mahasiswa harus berada bersama masyarakat,” katanya.

Yustinus Darma, Manajer Kampanye Isu Pesisir dan Kelautan Walhi NTT menambahkan, di tengah situasi krisis ekonomi dan ekologi, perlu ada gerakan bersama menyelamatkan lingkungan hidup.

“Menyelamatkan lingkungan hidup bukan hanya menjadi tanggung jawab LSM yang bergerak di isu lingkungan hidup namun mejadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat yang ada di daerah ini,” katanya.

Di Pantai Oesapa, mangrove tergolong banyak. Sejauh ini pemerintah memilik program menanam mangrove setiap tahun.

Namun, menurut Yustinus, tidak ada perawatan setelah menanam.

“Akibatnya, banyak yang mati lagi,” katanya. (Ari D/ARL/Floresa)