Menteri Pertanian Amran Sulaiman menghadiri panen raya di Desa Siru, Kecamatan Lembor, Manggarai Barat, Selasa (17/11/2015)

Lembor, Floresa.co – Kunjungan pejabat dari pemerintah pusat harusnya menjadi kesempatan emas bagi pejabat di daerah untuk menyampaikan persoalan di daerah.

Namun, hal demikian tidak terjadi saat kunjungan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ke Manggarai Barat (Mabar) pada Selasa (17/11/2015).

Amran hadir di Mabar untuk mengikuti panen raya padi di Desa Siru, Kecamatan Lembor.

Kunjungannya tidak sampai satu jam. Meski demikian, ia tetap membuk dialog dengan petani dan pejabat di daerah itu. Anehnya, kesempatan ini tak dimanfaatkan dengan maksimal oleh Kepala Dinas Pertanian Mabar, Angglus Apul.

Menteri asal Sulawesi Selatan itu menanyakan, apakah Manggarai Barat perlu dibuatkan embung untuk mengatasi masalah kekurangan air?

”Masalah air di wilayah ini,katanya bermasalah,apakah membutuhkan pompa air atau harus dibangun embung? Kalau untuk pompa kita sediakan memang sekarang,”ujar Mentan.

BACA Juga: Menteri Pertanian Janjikan Rp 1 Triliun untuk Pengembangan Sawah di NTT

Namun, Apul yang berdiri tepat di samping Menteri tak menyahut. Menteri pun kembali mengulangi pertanyaannya. Lagi-lagi, Apul tak menyahut.

Padahal sejumlah pejabat SKPD Provinsi NTT beserta anggota DPD Adrianus Garu terus memelototi Apul agar menjawab,” Mabar butuh embung”.

Saat berpidato singkat di acara itu, Amran pun bertanya, “Mana Kadis Pertanian Mabar?”

Apul pun angkat tangan. ”Oh, ternyata Pak Kadis di samping. Saya pikir tadi yang berdiri ini Pak Bupati,”ujar Amran.

“Silakan sampaikan sekarang ini,pasti kita akan sanggupi,”lanjutnya.

Sejumlah petani yang berada di belakang panggung pun nyeletuk,”Copot saja itu Kadis, giliran ada menteri baru mendatangi petani”.

BACA Juga: Kementerian Pertanian Janjikan Kemudahan Bagi Pelaku Usaha Sapi di NTT

Setelah mendengar penjelasan secara umum dari Kadis Pertanian Mabar serta keluhan langsung para petani di Lembor, Menteri langsung meminta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian NTT yang turut hadir pada kesempatan itu, mendata semua kebutuhan petani, khususnya persoalan air.

”Silakan didata semua, kebutuhan diwilayah ini,jangan sampi nanti para petani mengamuk ke Plt Kadis pertanian, sebab hari ini saya sudah berjanji di depan masyarakat untuk menyanggupi permintaan mereka,”ujar Amran disambut tepuk tangan dari petani. (Ferdinand Ambo/PTD/Floresa).