Pemotongan kue ulang tahun pertama KESA. (Foto: Rino Goa)

Floresa.co – Kelompok Studi Tentang Desa (KESA), sebuah organisasi akademik mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Yogyakarta kini memasuki usia setahun.

Pada Senin (16/11/2015), mereka menggelar acara syukur di Biara Bruderan Maria Tak Bernoda (MTB), yang dibuka dengan Misa oleh Pastor Vitalis Nonggur OFM.

KESA yang digagas oleh Evan Lahur, salah satu mahasiswa Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD secara khusus memberi perhatian pada kajian tentang desa.

Selain menggelar diskusi bersama setiap pekan, dengan topik yang beragam, mereka juga menerbitkan buletin bulanan.

Pada liburan panjang Juli lalu, anggota yang berasal dari Manggarai menggelar kunjungan ke sekolah-sekolah, membagi pengalaman dalam bidang jurnalistik. Mereka juga mengunjungi sejumlah desa, untuk membantu memberi pemahaman tentang managemen desa, terutama pasca lahirnya UU Desa.

Setelah melewati usia pertama, KESA merasakan kontribusi banyak pihak.

Ketua KESA, Rizky Hadur menyebut secara khusus paguyuban Himpunan Keluarga Flobamorata (HK) Sanata Dharma, yang dalam acara kemarin diwakili oleh Soni Ngabur.

Rizky mengatakan, HKF adalah organisasi yang pertama kali mengakui  KESA sebagai kelompok studi dengan fokus pada desa.

Kehadiran KESA memang diakui membawa banyak dampak positif.

Anggota KESA berposes bersama usai rangkai acara. (Foto: Rino Goa)
Anggota KESA berposes bersama usai rangkai acara. (Foto: Rino Goa)

Andris Pegau, mahasiswa fakultas hukum di Universitas Atmajaya mengatakan, “sejak pertama kali bersua dalam beberapa kali diskusi singkat dengan anggota KESA, saya sangat merindukan kultur akademik semacam ini.”

“Karena manjemen waktulah yang membuat saya belum bias bergabung dengan KESA”.

Menatap Masa Depan

Sebagai sebuah kelompok akademik, KESA berupaya membuat agenda yang berkaitan dengan penguatan dan peningkatan kapasitas, yang tidak saja diarahkan pada anggotanya, tetapi juga pada publik yang lebih luas.

Salah satu langkah yang kini mereka gagas adalah program pemberdayaan perpustakaan desa, dengan sasaan Desa Kakaniuk, Kabupaten Malaka.

Desa ini merupakan tempat asal salah satu anggota KESA, Efrem Erigius.

“Program ini akan berlanjut, Untuk memperingati satu tahun KESA kami fokus ke Desa Kakaniuk”, kata ketua panitia acara syukuran, Grei Ranus.

Di samping sejumlah kegiatan yang sudah dilakukan, tantangan juga menanti KESA, terutama agar bisa menggaet lebih banyak orang untuk bergabung.

Pastor Vitalis misalnya, mengajak KESA untuk mencari mahasiswa yang enggan melibatkan diri dalam dinamika kultur akademik.

Sementara itu, Br Yan MTB, tuan rumah acara syukuran, mengatakan, KESA mesti memaknasi usia satu tahun ini sebagai awal untuk sebuah kerja cerdas membangun Indonesia dari desa, terutama dalam memberdayakan masyarakat desa.  (Rino Goa/ARL/Floresa)