Fidelis Honto

Borong, Floresa.co – Pemerintah kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT menyampaikan rasa belasungkawa atas meninggalnya Fidelis Honto, mahasiswa asal Hawe-Kolang, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) – Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mahasiswa IKIP Budi Utomo itu meninggal karena dikroyok mahasiswa lainnya yang disebut-sebut berasal dari kabupaten Manggarai Timur.

“Atas nama pribadi, keluarga dan pemkab Manggarai Timur menyatakan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya saudara Fidelis Honto,”ujar Wakil Bupati Manggarai Timur, Andreas Agas kepada Floresa.co, Minggu (15/11/2015).

Andreas mengatakan sangat menyesal atas terjadi peristiwa perkelahaian antara mahasiswa asal Manggarai raya ini.

“Ini pelajaran berharga bagi kita untuk belajar mengendalikan diri,”ujarnya.

BACA Juga: Polisi Sudah Tetapkan 2 Tersangka Pengeroyokan Fidelis: Inisial RS dan ND

Seperti diberitakan sebelumnya, perkelahian antara kelompok mahasiswa asal Manggarai raya ini telah menyebabkan satu orang mahasiswa meninggal dunia.

Informasi yang dihimpun Floresa.co dari sejumlah sumber di Malang menyebutkan, peristiwa pada Sabtu adalah puncak dari rangkaian kejadian dari Minggu sebelumnya, tepatnya pada pertandingan bola antara Tim Pacar, Mabar dan Tim Kota Komba, Manggarai Timur (Matim) di Lapangan Armed, Kota Malang.

Kedua tim yang hampir semuanya mahasiswa perantauan Manggarai di Kota Malang tidak dapat mengotrol emosi ketika permainan berlangsung.

BACA Juga: Dengar Anaknya Meninggal, Ibu Fidelis Terus Menangis dan Pingsan

Pihak kepolisian sudah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus engeroyokan yang berujung pada tewasnya Fidelis Honto ini.

Dua tersangka pengeroyokan masing-masing berinisial RS yang berusia 30 tahun dan ND, pemuda 19 tahun. Pelaku lain, saat ini masih diburu pihak kepolisian. (Petrus D/PTD/Floresa).