Tiga mantan bupati Manggarai - Gaspar Ehok, Anton Bagul dan Christian Rotok - berada di tengah massa pendukung Deno-Madur pada kampanye akbar di lapangan Motang Rua, Sabtu (7/11/2015). Foto: Facebook Riki Mitak

Ruteng, Floresa.co – Tiga mantan bupati Manggarai-Floresa, Nusa Tenggara Timur (NTT), turut mendukung pasangan calon bupati Kamelus Deno-Viktor Madur.

Ketiganya, yaitu Gaspar Parang Ehok, Antonius Bagul dan Christian Rotok, ikut hadir di tengah massa pendukung Deno-Madur dalam kampanye akbar di lapangan Motang Rua, Sabtu (7/15/2015).

Apa yang membuat tiga mantan bupati ini mendukung Deno-Madur?

Christian Rotok, Bupati Manggarai 2005-2010 mengatakan, pasangan Deno-Madur adalah calon yang memiliki pengalaman.

Keduanya memahami apa yang sudah dilakukan pemerintahan periode sebelumnya dan juga memahami apa yang akan dilakukan pada periode berikutnya.

BACA Juga: Kampanye Deno-Madur: Gaet Dukungan Tiga Mantan Bupati, Petinggi Partai, Hingga Musisi

Deno, kata Rotok, sudah 10 tahun terlibat dalam pembangunan di Manggarai dan ikut mendesain program-program unggulan semasa pemerintahannya sejak 2005.

“Dia tidak perlu belajar lagilah. Tinggal go on (lanjutkan) saja,” ujar Rotok kepada Floresa.co usai kampanye akbar, Sabtu.

Menurut Rotok, yang dibutuhkan masyarakat Manggarai adalah keberlanjutan pembangunan.

Hal inilah, kata dia yang membuat dia, Gaspar Ehok dan Anton Bagul lebih mendukung Deno-Kamelus ketimbang calon lainnya.

Sementara Viktor Madur, kata Rotok, juga selama 10 tahun ikut terlibat dalam pembangunan di Manggarai.

Viktor adalah pejabat eselon satu selama masa kepemimpinan Rotokdan telah menempati dua jabatan kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yaitu sebagai Kepala Dinas Sosial, Transmigrasi dan Tenaga Kerja dan terakhir sebagai Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan.

“Dia ikuti betul selama 10 tahun bagaimana kita membangun daerah ini,” ujarnya.

BACA Juga: Janji Deno-Madur: Akhir Pekan Berkantor di Desa

Rotok percaya, Deno-Madur mampu menjaga kontinuitas pembangunan di Manggarai.

“Tentu kontinuitas ini ada banyak aspeknya, meneruskan apa yang sudah ada, kemudian meningkatkan kualitas pembangunan yang sudah dan akan dilaksanakan. Mereka juga tentu mempunya inovasi-inovasi baru sesuai perkembangan zaman,” pungkas Rotok. (Petrus D/PTD/Floresa)