BerandaPERISTIWAKWI Luncurkan Video Katekese...

KWI Luncurkan Video Katekese 7 Sakramen Gereja

Floresa.co – Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) meluncurkan video Katekese 7 Sakramen, di hadapan sekitar 560 peserta Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI 2015) Selasa (3/11).

Pelaksana produksinya dilaksanakan Komisi Komsos KWI bersama Studio Audio Visual Puskat Yogyakarta.

Romo Kamilus Pantus, sekretaris eksekutif Komisi Komsos KWI dan Pastor Y.I. Iswarahadi SJ, direktur Puskat saat meluncurkan video ini mengatakan, produksi video Katekese 7 Sakramen untuk menanggapi kebutuhan sarana katekese di tengah umat.

Selain berisi 7 video tentang sakramen-sakramen -Baptis, Krisma, Ekaristi, Tobat, Perkawinan, Imamat dan Pengurapan Orang Sakit – paket ini juga dilengkapi dengan buku panduan tentang penggunaan video dalam kegiatan katekese.

“Paket ini merupakan bantuan bagi umat untuk memahami dan menghayati sakramen-sakramen Gereja secara interaktif dalam pertemuan umat di Lingkungan, sekolah maupun komunitas basis. Bahkan katekes akan dimudahkan karena dapat menyisipkan kreativitasnya sesuai dengan kondisi setempat”, kata Romo Kamilus sebagaimana dilansir mirifica.net.

Yang menarik dari paket ini, selain berisi penjelasan tentang sakramen-sakramen, juga disajikan 7 film pendek yang berkorelasi dengan penjelasan ke-7 sakramen tersebut. Sementara itu untuk menjaga keakuratan isi dan penjelasannya, paket video ini ditangani pula oleh Tim Rumpun Pewartaan KWI.

Tim ini terdiri dari gabungan sekretaris komisi-komisi di KWI – Komsos, Liturgi, Teologi, Kateketik, Karya Misioner, PSE, Lembaga Biblika Indonesia, dan Sekretariat Jendral KWI. Selain itu ditampilkan juga para narasumber pemberi renungan, yang terdiri dari 6 pastor serta Uskup Agung Johannes Maria Pujasumarta.

“Umat perlu dibantu untuk memperdalam pengertian tentang Sakramen-Sakramen Gereja, sehingga penghayatannya semakin mendalam dan akhirnya menghidupkan Gereja secara internal dan eksternal”, tambah Romo Kamilus.

“Terbitan ini tidak dimaksudkan untuk menjawab semua persoalan yang muncul di sekitar sakramen Gereja, tetapi sebagai titik tolak untuk menghidupkan pertemuan katekese”.

Menurut Romo Kamilus, video ini sangat sesuai untuk pelajar SLTA, mahasiswa hingga kelompok dewasa.

“Dengan durasi katekese sekitar 90 menit untuk setiap sakramen, maka melalui materi audio visual ini umat dapat belajar materi yang memperdalam imannya, baik secara kognitif, afektif dan psikomotorik,” katanya.

Ia menambahkan, untuk mendapatkan video Katekese 7 Sakramen Gereja, peminat dapat mengubungi Komisi Komsos KWI. (Ari D/ARL/Floresa)

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Walhi NTT Ingatkan Pemerintah Berhenti Khianati Mandat Cagar Biosfer TN Komodo

“TN Komodo yang telah berjalan 42 tahun gagal untuk menjalankan tiga mandat utama cagar biosfer yakni pelestarian keanekaragaman hayati/satwa, peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat dengan mekanisme ekonomi ramah lingkungan dan berkeadilan dan pemuliaan kebudayaan rakyat,” kata Walhi NTT

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Potret Sejarah Manggarai dalam Sejarah Nusantara: Sebuah Studi Literatur

Catatan editor: Tulisan ini merupakan karya dari Vianney Andro Prasetyo, seorang...

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.