Angglus Angkat, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Manggarai

Ruteng, Floresa.co – Setelah beberapa bulan terakhir wilayah Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilanda kekeringan, beberapa hari belakangan ini hujan sudah mulai mengguyur.

Menyikapi perubahan cuaca ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai menghimbau agar masyarakat selalu waspada dengan kemungkinan bencana akibat hujan.

Angglus Angkat, Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Manggarai mengatakan, peralihan cuaca ini biasanya rentan dengan bencana tanah longsor, angin puting beliung, dan lain-lain.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada memasuki musim hujan tahun 2015 ini,” ujar Angglus kepada Floresa.co di ruang kerjanya, Selasa (3/11/2015).

Ia menjelaskan, biasanya setelah musim kering yang panjang tanah pasti banyak yang mengangah yang berpotensi menyebabkan longsor saat hujan tiba.

“Apapun bencana yang terjadi seperti disebabkan oleh tanah longsor, angin puting beliung, banjir, dan lain-lain segera dilaporkan,”imbuh Angglus.

Angglus memetahkan, bencana yang paling rawan saat perpindahan musim adalah tanah longsor.

Di Manggarai, kata dia, bencana longsor biasanya banyak terjadi daerah kecamatan Cibal. Lalu disusul dengan kecamatan Wae Ri,i, Lelak, Ruteng, Satarmese Barat, Satarmese, Reo dan Reo Barat.

Sementara bencana banjir sering terjadi di kecamatan Reo, Satarmese Barat, dan Satarmese. (Ardy Abba/PTD/Floresa)