BerandaARTIKEL UTAMAGolkar Manggarai Rapatkan Barisan...

Golkar Manggarai Rapatkan Barisan Dukungan Hery-Adolf

Ruteng,Floresa.co – Jajaran pengurus partai Golkar di Manggarai, Flores, merapatkan barisan mendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Herybertus Nabit-Adolfus Gabur.

Partai berlambang beringin ini turut memperkuat barisan koalisi Gotong Royong yang terdiri atas PDI-Perjuangan, Hanura, Nasdem dan PKB.

Selasa 3 November kemarin, Ketua DPD Golkar NTT Ibrahim A.Meda mengumpulkan jajaran pengurus Golkar Manggarai untuk mendukung pasangan nomor urut dua itu.

“Di Manggarai lawan tangguhnya adalah calon petahanan yaitu paket nomor satu dengan nama paket DM ( Deno – Madur ) yang didukung oleh Partai Gerindra,”ujar Meda di Kantor DPD Golkar Manggarai di Golo Dukal, Ruteng, Selasa (3/11/2015).

Meda mengakui paket DM memiliki pendukung fanatik yang mengusung tagline “Lanjutkan”. Namun, menurutnya, dua pasangan yang bertarung dalam pilkada Manggarai memiliki peluang yang sama.

“Karena pertarungan ini head to head. Namun, fenomena sekarang ingin perubahan,”ujarnya.

Dalam pertemuan ini hadir juga Wakil Sekretaris Golkar NTT Lorens Lebatukan, Ketua DPD II Golkar Manggarai Simprosa Gandut, dan beberapa kader golkar lainnya.

DPP Golkar kata Meda menginstruksikan agar seluruh kader Golkar di Manggarai untuk mendukung pasangan nomor urut dua.

Ketika ditanya soal beberapa kader Golkar yang selama ini bekerja untuk paket lain bahkan menjadi ketua tim, Meda mengatakan, “Untuk kader Golkar yang tidak melaksanakan instruksi DPP akan diberikan sanksi, termasuk pemecatan”,ujarnya.

Namun, ia mengaku masih memberi kesempatan kepada kader yang menjadi tim paket lain untuk “bertobat” sebelum pilkada 9 Desember.

Setelah melakukan konsolidasi internal, Meda yang sekarang menajdi anggota Dewan Perwailan Daerah (DPD) ini, melakukan kampnye dalam rapat umum terbatas di Desa Golowatu, Kecamatan Wae Rii.

Pada kesempatan itu dia mengagumi pasangan calon nomor dua yang selalu bersama dengan istri. Sebab menurut dia kehadiran istri adalah adalah penting .”Sebab seorang istri adalah orang yang paling dekat dengan para pemimpin”, ujarnya. (Laporan Kontributor, Wiliam/PTD/Floresa)

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.

Terkait Aksi Represif di Labuan Bajo, PMKRI dan GMNI Desak Kapolri Copot Kapolda NTT dan Kapolres Mabar

"Kedua petinggi institusi kepolisian ini telah mempermalukan institusi Polri dengan memerintahkan anak buahnya melakukan tindakan represif," tegas PMKRI dan GMNI.

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Puluhan Pelaku Wisata Masih Ditahan di Polres Mabar, 6 Mengalami Luka

“Enam orang [di antaranya] mengalami luka yang kelihatan pada tubuh dan wajah dan 4 orang mengalami sakit di kepala dan punggung yang [menurut] pengakuan mereka merasa dipukul dan ditendang dari belakang,” kata pengacara.

Aksi Mogok Hari Kedua: Satu Pelaku Wisata Jadi Tersangka, Pemerintah Pakai Mobil Dinas Angkut Wisatawan

Upaya para pelaku wisata melakukan aksi damai untuk menyuarakan protes kepada pemerintah dilarang aparat, dengan dalih bahwa aksi mereka tidak diizinkan karena mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Hingga sore ini, masih terdapat tiga pelaku wisata yang ditahan di Polres Mabar, sejak ditangkap kemarin. Salah satunya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.

Surat Domba untuk Gembala: Bapa Uskup, Akhiri Penderitaan Gereja dan Umat Keuskupan Ruteng

Floresa.co - Polemik di Keuskupan Ruteng yang memanas setelah pada pertengahan Juni...

Sudah Seharusnya Cara-cara Represif Ditinggalkan

Seharusnya polisi bisa bertindak lebih bermartabat dari sekadar mendaur ulang cara kekerasan. Pelaku wisata dan warga bukan musuh, apalagi mereka hanya ingin menuntut haknya. Menabur benih kekerasan hanya akan menuai konflik berkepanjangan.