Gubernur NTT, Frans Lebu Raya sudah memimpin NTT selama dua periode ditambah satu periode sebagai wakil.(Foto: Ist)

Floresa.co – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia cabang Nusa Tenggara Timur (NTT) mengecam keras upaya Gubernur Frans Lebu Raya yang tetap memilih menyerahkan Pantai Pede di Manggarai Barat (Mabar) ke PT Sarana Investama Manggabar (PT SIM), perusahan milik Setya Novanto.

Melky Nahar, Manager Kampanye Walhi NTT mengatakan, apa yang dilakukan Lebu Raya menggambar wataknya yang buruk.

“Pilihan sikap dan kebijakannya yang tetap memprivatisasi Pantai Pede ke pihak PT SIM sesungguhnya menggambarkan watak dan karakter dia yang arogan dan bebal,” katanya kepada Floresa.co, Minggu (1/11/2015).

Ia menilai, Lebu Raya sudah sengaja dan secara sadar tidak mau tahu dengan suara penolakan privatisasi dari kebanyakan masyarakat Mabar.

Terkait sikap Lebu Raya yang ngotot, ia mengatakan, jangan-jangan ada transaksi tertentu.

Melky juga menyinggung latar belakang Lebu Raya sebagai anggota partai PDIP.

“PDIP dari tingkat provinsi sampai kabupaten, tidak bisa diharapkan. Kita bahkan susah untuk menaruh harap pada calon kepala daerah dari partai ini,” katanya.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, pada Kamis lalu, Lebu Raya datang ke Labuan Bajo untuk mengadakan sosialisasi terkait penyerahan Pantai Pede kepada PT SIM.

Dalam acara itu, ia tetap bersikeras menilai bahwa kebijakannya tepat, demi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), hal yang jelas bertentangan dengan upaya perlawanan aktivis, di mana mereka menginginkan agar pantai itu tidak dikuasai pihak swasta, tetapi tetap dibiarkan terbuka untuk umum. (Ari D/ARL/Floresa)