BerandaARTIKEL UTAMASopir Bis Maut "Tungku...

Sopir Bis Maut “Tungku Mose” Jadi Tersangka

Labuan Bajo, Floresa.co – Kepolisian Resort Manggarai Barat, Flores, NTT menetapan Emanul Karen sebaga tersangka dalam perstiwa kecelakaan bis di Nao, Desa Kolang, Kecamtan Kuwus, Manggarai Barat (Mabar), Sabtu (10/10/2015) lalu.

Kepala Satuan Lalulintas (Kasat Lantas) Polres Mabar, Anriyanto mengatakan Emanuel adalah sopir yang mengemudi bis kayu dengan nomor polisi EB 8017 EH itu. Namun, Emanuel sebenarnya sopir pengganti alias sopir tembak.Sementara sopir yang sesungguhnya, menurut Anriyanto duduk di bagian penumpang.

“Unit Satlantas Polres Manggarai Barat sudah melakukan olah tempat kejadian perkara, kondisi kendaraan kaca depan pecah,atap bak belakang patah dan kendaraan posisi masuk dalam jurang 8 meter,”ujar Anriyanto kepada wartawan di Labuan Bajo, Senin (12/10/2015).

BACA Juga: Bis Kayu “Tungku Mose” Terjungkal di Nao: 1 Meninggal, Belasan Patah Tulang

Ia mengatakan sesaat setelah kejadian, tersangka langsung diamankan Polsek Golo Welu. Lalu, sekarang sudah ditangani Polres Mabar.

Anriyanto mengatakan berdasarkan keterangan tersangka, bis yang mengangkut banyak penumpang itu, star dari Terang, Kecamatan Boleng sekitar pukul 02.00 dini hari.

“Sampai di kampung Nao,sopir tembak silih lubang di bagian kiri dan kanan,dan ternyata ada jurang. Kehilangan konsentrasi, bis kayu tersebut langsung masuk jurang,”ujarnya.

Para penumpang, kata dia belum ada yang dimintai keterangan karena masih trauma dengan peristiwa naas itu.

Seperti diberitkan sebelumnya, bis kayu dengan nama Tungku Mose terjungka ke jurang di Nao pada Sabtu pekan lalu. Setidaknya, satu orang dilaporkan tewas, sementara 19 orang lainnya luka berat. (Sirilus Ladur/PTD/Floresa)

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Terkait Aksi Represif di Labuan Bajo, PMKRI dan GMNI Desak Kapolri Copot Kapolda NTT dan Kapolres Mabar

"Kedua petinggi institusi kepolisian ini telah mempermalukan institusi Polri dengan memerintahkan anak buahnya melakukan tindakan represif," tegas PMKRI dan GMNI.

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.

Aksi Mogok Hari Kedua: Satu Pelaku Wisata Jadi Tersangka, Pemerintah Pakai Mobil Dinas Angkut Wisatawan

Upaya para pelaku wisata melakukan aksi damai untuk menyuarakan protes kepada pemerintah dilarang aparat, dengan dalih bahwa aksi mereka tidak diizinkan karena mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Hingga sore ini, masih terdapat tiga pelaku wisata yang ditahan di Polres Mabar, sejak ditangkap kemarin. Salah satunya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Puluhan Pelaku Wisata Masih Ditahan di Polres Mabar, 6 Mengalami Luka

“Enam orang [di antaranya] mengalami luka yang kelihatan pada tubuh dan wajah dan 4 orang mengalami sakit di kepala dan punggung yang [menurut] pengakuan mereka merasa dipukul dan ditendang dari belakang,” kata pengacara.

Tanggapi Mogok Massal di Labuan Bajo Lewat Himbauan di Medsos, Menteri Pariwisata Dikritik Keras

“Pak @Saindiuno, yang terjadi di L Bajo, pemerintah pakai dalih konservasi, itu pun tidak masuk akal, padahal sebenarnya mau invasi investasi ke TNK. Jangan tipu masyarakat...”

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....