BerandaPILIHAN EDITORTerkait Lando-Noa, Ovan Adu...

Terkait Lando-Noa, Ovan Adu Diperiksa Penyidik Tipikor

Ovan Adu diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek Lando-Noa

Labuan Bajo, Floresa.co – Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kepolisian Resort Manggarai Barat (Polres Mabar), hari ini, Selasa (29/9/2015) kembali memeriksa sejumlah saksi terkait proyek jalan Lando-Noa di Kecamatan Macang Pacar.

Dijadwalkan, ada tiga saksi yang diperiksa hari ini, yaitu Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU), Ovan Adu; Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Kepala Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mabar.

Namun, dari ketiganya, baru Ovan Adu yang diperiksa. Kepala BMKG sempat hadir di Polres, namun kembali lagi untuk melengkapi berkas yang diperlukan penyidik.

Sedangkan, Kepala BPBD hari ini tak muncul di Polres karena masih ada perjalanan dinas ke luar kota.

Dalam penyidikan kasus ini, Ovan Adu diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek Lando-Noa.

Ovan dijadwalkan mulai diperiksa pada pukul 09.00 Wita. Namun, ia baru tiba di Polres sekitar pukul 12.00 Wita. Setiba di Polres, ia langsung digiring ke ruang pemeriksaan Tipikor.

BACA Juga: Ovan Adu: Dinas PU Punya Kewenangan Tetapkan Status Bencana Lando-Noa

Tidak diketahui materi pemeriksaan terhadap Ovan Adu. Sebelumnya, ia mengatakan bahwa CV Sinar Lembor Indah memulai proses pengerjaan proyek Lando-Noa,meski belum ada proses administrasi.

Kepala Satuan Reserese dan Kriminal Polres Mabar, AKP Alfred Sabungan Banjar Nahor mengatakan, penyidik akan menjadwalkan pemeriksaan Kepala BPBD setelah kembali dari perjalanan dinas.

Catatan Floresa.co, sejak 14 September 2015 hingga hari ini, sudah ada 21 orang saksi yang diperiksa penyidik terkait proyek senilai Rp 4 miliar ini.

Namun, penyidik belum menetapkan tersangka. Menurut keterangan Kasatreskrim, AKP Alfred Sabungan Banjar Nahor, penyidik masih menunggu hasil hitungan kerugian negara dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

”Dasar perhitungan kerugian uang negara itu berdasarkan hasil uji tim teknis, dan kita masih menunggu hasil hitungan BPKP itu,”ujarnya. (Ferdinand Ambo/PTD/Floresa)

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Walhi NTT Ingatkan Pemerintah Berhenti Khianati Mandat Cagar Biosfer TN Komodo

“TN Komodo yang telah berjalan 42 tahun gagal untuk menjalankan tiga mandat utama cagar biosfer yakni pelestarian keanekaragaman hayati/satwa, peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat dengan mekanisme ekonomi ramah lingkungan dan berkeadilan dan pemuliaan kebudayaan rakyat,” kata Walhi NTT

Potret Sejarah Manggarai dalam Sejarah Nusantara: Sebuah Studi Literatur

Catatan editor: Tulisan ini merupakan karya dari Vianney Andro Prasetyo, seorang...

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Motang Rua: Kisah Heroik Pahlawan Manggarai (1)

Floresa.co - Nama Motang Rua, yang lahir tahun 1860, sudah tak...

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.