Senin, 18 Oktober 2021

Asal-usul Komodo: Antara Cerita Rakyat dan Fakta Ilmiah

Versi dongeng memang sulit dibuktikan, karena modalnya adalah cerita yang diwariskan turun-temurun dan diakui di masyarakat. Sedangkan versi ilmiah mengandalkan fakta-fakta hasil penelitian yang dapat dibuktikan.

Legenda Putri Komodo

Legenda tentang komodo saya temukan dalam tulisan Hilly C. Djohani-Lapian, yang mengacu pada cerita dari Isaka Mansur, seorang penduduk Pulau Komodo. Berikut legenda tersebut:

Pada zaman dahulu kala, seorang putri gaib hidup di Komodo, dan dipanggil sebagai Putri Naga oleh masyarakat setempat. Putri menikah dengan seorang laki-laki bernama Majo dan melahirkan anak kembar: seorang bayi laki-laki dan seekor bayi naga. Anak laki-lakinya diberi nama Si Gerong, dan dibesarkan diantara manusia; sementara naga yang dinamainya Orah, dibesarkan di hutan. Mereka berdua tidak saling tahu satu sama lain.

Beberapa tahun kemudian, Si Gerong yang sedang berburu di hutan, membunuh rusa. Tetapi sewaktu ia hendak mengambil hasil buruannya, datanglah seekor kadal besar dari semak belukar yang berusaha untuk merampas rusa itu. Si Gerong berusaha mengusir hewan itu, tetapi tidak bisa. Hewan itu berdiri di atas bangkai rusa sambil memberi peringatan dengan menyeringai. Si Gerong mengangkat tombaknya untuk membunuh kadal itu, saat tiba-tiba muncul wanita cantik bersinar: Putri Naga. Dengan cepat, ia meleraikan mereka, dan memberitahu Si Gerong, “Jangan bunuh hewan ini, dia adalah saudara perempuanmu, Orah. Aku yang melahirkan kalian. Anggaplah dia sesamamu karena kalian bersaudara kembar.”

Selain soal legenda itu, di kalangan masyarakat di TNK, juga ada kepercayaan bahwa ada dua jenis komodo berdasarkan jumlah jari kaki. Itu saya ketahui saat melakukan penelitian di TNK tahun 2008. Kata mereka, ada komodo berjari 5 yang merupakan komodo sejati yang ganas. Sedangkan komodo Orah (versi cerita) berjari empat.

- Advertisement -

Baca Juga