Borong, Floresa.co- Januari tahun 2015 menjadi awal kisah piluh itu. Ia selalu menjerit kesakitan di malam dan siang hari.

Situasi ini selalu dilewati dari hari ke hari sejak didiagnosa oleh seorang dokter mengidap penyakit tumor tepatnya di area kelaminnya sejak awal tahun 2015 ini.

Saat itu Marselina Kurniawati (15 tahun) begitu nama lengkapnya, duduk di kelas dua Sekolah Menengah Pertama (SMP) Santu Paulus Benteng Jawa, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, NTT.

Pada masa-masa awal tumor itu menyerang kelamin dari gadis manis yang sering dipanggil Wati ini, pihak keluarga pun langsung mendatangi dokter di Puskesmas Bea Muring, Poco Ranaka yang letaknya tidak jauh dari tempat tinggal mereka.

Usai mendapat diagnosa tumor saat itu, dokter di Puskesmas Bea Muring pun merujuk pasien asal Golo Labang, Desa Watu Lanur, Kecamatan Poco Ranaka itu ke RSUD Ruteng, Manggarai untuk mendapatkan penanganan intesif.

Namun, karena tak ada biaya keluarga pun terpaksa mengambil pilihan untuk berobat secara tradisional di kampung.

“Karena dia terus merasa sakit, kami sempat bawa dia di RSUD Ruteng bulan tiga (Maret),” ujar Servasius Nurdin salah satu keluarga Wati kepada Floresa.co di RSUD Ruteng, Kamis (25/6/2015).

Namun, Servas mengaku, saat itu dokter merujuk Wati untuk operasi di Denpasar-Bali.

Rujukan ke Bali itu membuat anak bungsu dari empat bersaudara pasangan Damianus Jermarut (48) dan Teresia Linas (49) tambah galau. Pasalnya, biaya untuk ke Bali tak ada.

Teresia Linas ibunda Wati mengaku, saat muncul penyakit ini di bulan Januari lalu alat kalamin Wati mengalami gatal-gatal hingga tumbuh benjolan menyerupai telur.

“Waktu itu sempat hilang hampir satu minggu karena minum obat kampung, namun setelah itu alat kelaminnya membekak menjadi besar,” tutur Tere.

Malangnya lagi, ayahda Wati juga sudah tidak bisa melihat karena mengalami kebutaan pada mata. Ia mengalami kebutaan itu sejak dua tahun lalu.

Minta Bantuan Pemkab Manggarai Timur

Servas saudara Wati mengaku, pihaknya sangat membutuhkan bantuan dalam pembiayaan terutama Pemkab Manggarai Timur.

Ia menceritakan, dirinya pernah bertemu Andreas Agas, Wakil Bupati Manggarai Timur sekitar dua minggu lalu.

Wabup Agas, kata Servas, saat itu menyarankan agar membuat surat permohonan bantuan dana biaya operasi kepada bupati Manggarai Timur, Yosef Tote dan tembusan ke bagian sosial Setda setempat.

Hingga saat ini pihak keluarga masih mengurus administrasi sesuai anjuran Wabup Agas. (Ardy Abba/Floresa.co)