Ruteng, Floresa.co – Jefry Teping,  Kepala Seksi Bidang Bangunan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah menyampaikan permintaan maaf lewat akun Facebook terkait statusnya beberapa waktu lalu yang kemudian membuat ia dilapor ke polisi.

“Saya meminta maaf atas postingan Informasi Publik tertanggal 26 Mei 2015 yang tanpa sengaja telah menyinggung perasaan Dwi Jaya sebagai pemilik ruko Wijaya Mandiri di Kel.Carep_ Kec.Langke Rembong,” tulis Jefry di akun Facebook-nya yang menggunakan nama Arka Dewa.

Permintaan maaf ini merupakan salah satu persyaratan damai yang diminta oleh Dwi Jaya, pemilik ruko Wijaya Mandiri, berhubung sebelumnya Jefry mengungkap sejumlah kejanggalan pendirian ruko itu, hal yang kemudian diangggap Dwi merugikan dirinya.

Salah satu postingan Jefry misalnya menyebutkan bahwa Izin Mendiri Bangunan (IMB) empat buah ruko Wijaya Mandiri di Jalan Ranaka/Samping STM, Kelurahan Carep, Kecamatan Langke Rembong, ilegal.

Dwi pun melapor Jefry pada Selasa (2/6/2015), dengan tudingan telah melakukan pencemaran nama baik. Beberapa waktu kemudian Adrianus Djehamat dari Organisasi Pengawasan Rakyat (OPR) melapor Dwi terkait masalah IMB itu.

Namun, setelah beberapa Minggu masalah ini sempat menjadi pemberitaan hangat di media massa, Sabtu (20/6/2015) akhir pekan lalu keduanya dikabarkan sudah berdamai, di mana ada dua permintaan Dwi sebagai syarat damai yang harus dilakukan Jefry.

Kedua permintaan tersebut, antara lain, pertama, Jefry harus memposting ucapan permintaan maaf lewat Facebook dan menanggung denda secara adat Manggarai, yaitu, ela wase lima (babi berukuran besar) serta uang tunai senilai Rp 5 juta.

Terkait permintaan maaf Jefry, respon Facebooker beragam.

“Hae kenapa malah kraeng yang minta maaf? Tolong2 dijawab dulu; apakah bangunan itu jaraknya ternyata memang sudah sesuai aturan??? Kenapa jadi begini? tolong jangan beri lagi ruang untuk hal2 yang2 tidak beres menang. masyarakat akan belajar bahwa yang salah bisa dibenarkan………,” tulis Doni Parera.

Facebooker lain, Edi Hardum berkomentar singkat, “Hahh..kok minta maaf ??” 

Namun, ada juga yang mengaku memahami keputusan Jefry. “Sy paham dengan keputusan kae arka dewa….sy tetap bersamamu kae,” tulis Laurens Guntur.

Elvi Teping juga memberi komentar dengan nada serupa. “We love u Ako… always stand together….” (Ardy Abba/ARL/Floresa)