Kapolres Manggarai Barat AKBP Julses Abrham Abas memberikan keterangan kepada wartawan terkait penangkapan terduga teroris di Mbelililing, Sabtu 18 April 2015 (Foto : Ril Ladur)

Labuan Bajo, Foresa.co – Kasus pelemparan terhadap rumah aktivis di Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar) pada Minggu malam tadi sudah dilaporkan ke Polres Mabar.

Kapolres Jules Abraham Abast pun berjanji akan mengusut tuntas masalah ini.

“Kami sedang dalami apakah kasus pelemparan
rumah tadi malam ada kaitannya dengan masalah Pantai Pede atau tidak?” katanya kepada Floresa.co, Senin (15/6/2015) di kantor Polres.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, rumah milik Ferry Adu, salah satu aktivis yang berani menolak kebijakan Gubernur Frans Lebu Raya terkait pembangunan hotel di Pantai Pede dilempari batu oleh orang tak dikenal (OTK) sebanyak tiga kali pada pukul 21.45 Wita.

Kapolres Mabar menegaskan, pihaknya akan menjaga seluruh masyarakat Mabar, termasuk para aktivis yang secara damai menyuarakan penolakan privatisasi Pantai Pede.

Abast menambahkan, pada prinsipnya, kalau perjuangan itu dilakukan dengan baik dan kegiatan-kegiatan dikoordinasi dengan baik, tentu tidak masalah.

Menurut dia, situasi di Mabar memang sedang rawan karena mendekati Pilkada.

Ia berharap masalah Pantai Pede tidak sampai mengganggu iklim politik menjelang Pilkada.

Orang Mencurigakan

Informasi yang dihimpun Floresa.co, saat ini polisi sudah mengamankan pelaku berinisial VS.

VS memang kedapatan berada di dekat rumah Fery saat kasus pelemparan terjadi.

Menurut Fery, sesaat setelah lempar batu tiga kali di atas atap rumahnya, ia keluar dan mendapati seseorang sedang menghidupkan mesin sepeda motor, yang kemudian segera kabur ke persimpangan menuju Pantai Pede.

“Selang tiga menit kemudian, ada laki-laki yang mencurigakan, inisial VS. Ia jalan di samping rumah saya. Padahal itu jalan buntu. Ada tetangga saya juga sebagai polisi di Polres Mabar panggil kaki-laki tersebut masuk ke dalam rumah,” katanya.

Namun, cerita Fery, setelah ditanya, VS mengatakan tidak mengetahui peristiwa pelemparan rumah tersebut.

“Saya hanya jalan ke belakang saja, ternyata jalannya buntu,” kata VS.

Namun, karena keberadaannya mencurigakan, tadi malam VS tetap dibawa ke kantor Polres Mabar oleh 4 orang polisi. (Sirilus Ladur/Sefry J/ARL/Floresa)