Romo Dion Labur Pr

Floresa.co – Hadir sebagai peserta satu-satunya dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi hal yang membanggakan bagi  Yeremias Apriliano Santoso, siswa Seminari Pius XII Kisol, Kabupaten Manggarai Timur (Matim)-Flores yang terpilih jadi finalis lomba esai di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Jerry, sapaan siswa kelas XI itu, tampil meyakinkan di hadapan dewan juri saat ia mempresentasikan esainya pada Sabtu (13/6/2015).

“Ia begitu berani dan tampak percaya diri menjawab pertanyaan kritis dewan juri,” kata Romo Dion Labur Pr, Kepala Sekolah Seminari Pius XII Kisol yang menemani Jerry saat presentasi di Hotel Aston Marina Ancol, Jakarta.

Floresa.co menemui imam itu di Wisma Unio-Kramat, Jakarta Pusat, Sabtu malam, usai ia menemani Jerry sepanjang hari.

Esai Jerry yang diikutsertakan dalam lomba ini berjudul “Kebhu: Kail Terakhir”. Kebhu merujuk pada praktek penangkapan ikan secara tradisional di Kampung Nangarawa, daerah di pesisir selatan Pulau Flores.

Saat memprentasikan karyanya, Jerry, demikian cerita Romo Dion, mampu menjelaskan isi esainya dengan mantap.

“Waktu yang disiapkan panitia memang sangat terbatas, yaitu hanya delapan menit untuk tiap peserta. Delapan menit itu sudah termasuk untuk presentasi dan tanya jawab,” katanya.

Namun, menurut Romo Dion, Jerry bisa memanfaatkan waktu terbatas itu dengan baik.

Saat menjawab pertanyaan dewan juri, Jerry pun bisa menjawab dengan singkat dan padat.

Karena keberaniannya itu, kisah Romo Dion, sejumlah pedamping dari peserta lain bertanya pada dirinya, apa saja kebiasaan di Seminari Kisol yang membuat siswa seperti Jerry bisa begitu matang tampil di depan umum.

“Saya hanya jawab, hal begini sudah biasa di sekolah kami. Tampil di depan umum dan berdebat adalah hal yang selalu kami pelihara,” katanya.

Dari lomba ini, Jerry mendapat hadiah Rp 9 Juta serta piagam.

Menurut Romo Dion, uang tersebut semuanya diserahkan pada Jerry.

“Kami memang memiliki kebijakan agar hadiah menjadi hak siswa peserta lomba. Ini untuk meringankan beban kuliah mereka, sekaligus memacu siswa lain ikut lomba.”

Ia menjelaskan, minat siswa seminari untuk ikut lomba memang sangat besar.

Dalam lomba yang digelar Kemendikbud ini misalnya, selain Jerry, ada 10 siswa lain yang mengirim tulisan.

“Namun dari 1.051 naskah yang masuk, hanya Jerry yang terpilih jadi finalis di 15 besar. Dan, syukur bahwa ia mampu menunjukkan kualitas di level nasional, dengan meraih juara II,” katanya. (Ari D/ARL/Floresa)