Labuan Bajo, Floresa.co – Masalah Pantai Pede di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) dibahas dalam seminar sehari Partai Demokrat, yang berlangsung di Hotel  Exotic, Jumat (12/06/15).

Seminar bertema “Peranan Partai Politik Dalam Rekrutmen Pemimpin Bangsa” itu dihadiri 200 lebih peserta, baik pengurus di Kabupaten Mabar, Kabupaten Manggarai, maupun masyarakat umum.

Beberapa Anggota DPRD dari Mabar dan Manggarai juga ikut hadir. Selain itu, ada juga bakal calon bupati Mabar, Tobias Wanus dan bakal calon bupati Manggarai, Heri Nabit.

Seminar dengan pembicara tunggal Ketua DPD Patai Demokrat NTT, Jhoni Kauang ini dihadiri juga sejumlah aktivis yang menolak privatisasi Pantai Pede, di antaranya Pastor Marsel Agot SVD, Maksimus Ramses Lalongkoe, Florianus Adu dan Kris Bedha Somerpes.

Dalam kesempatan ini, para aktivis meminta Partai Demokrat turut serta bersama mereka dan masyarakat memperjuangan penolakan privatisasi Pantai Pede.

Merespon hal itu, Kaunang mengatakan, partai mereka saat ini sedang mendiskusikan persoalan Pantai Pede.

Kaunang juga meminta Kader Partai Demokrat untuk terlibat mendiskusikan persoalan-persoalan di masyarakat secara bersama-sama.

Seperti diketahui, penolakan publik terhadap keputusan Gubernur NTT Frans Lebu Raya menyerahkan Pantai Pede ke pihak investor terus meluas.

Para aktivis terus menggalang kekuatan publik. Mereka menentang keras penyerahan pantai itu ke perusahan yang akan membangun hotel di wilayah itu, PT Sarana Investama Manggabar (PT SIM), milik Setya Novanto.

Pada Minggu esok, mereka akan menggelar aksi damai di Pantai Pede, dengan melibatkan tokoh masyarakat di Mabar. (Sirilus Ladur/ARLFloresa)