Labuan Bajo, Floresa.co – Salah satu terminal di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) yaitu Terminal Nggorang hingga kini  dibiarkan telantar, hal yang memicu keprihatinan banyak kalangan terkait perhatian pemerintah di kabupaten itu terhadap fasilitas publik yang telah dibangun dengan uang negara.

Baca: Pemkab Mabar Telantarkan Terminal di Nggorang

Mirisnya lagi, sejumlah warga mengaku kerap melihat pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Mabar bermain judi di bangunan terminal itu.

Silvester Dala, salah satu warga Kampung Nggorang, Desa Nggorang, Kecamatan Komodo mengatakan kepada Floresa.co, hampir setiap hari mereka “melihat para pegawai dari Dishub berjudi di terminal itu.”

Ia mengatakan, mungkin hal itulah yang menjadi alasan terminal itu dibiarkan telantar.

“Kan tidak ada lagi tempat berjudi yang layak bagi pegawai Dishub apabila terminal ini dimanfaatkan,” katanya.

Selain itu, menurut dia, pada malam hari, mereka juga sering melihat pasangan muda-mudi melakukan hubungan intim di terminal itu.

Ia mengatakan sangat prihatin dengan situasi ini dan kecewa pada Pemkab Mabar yang melakukan pembiaran.

“Pemkab Mabar telah menghabiskan dana miliaran rupiah untuk bangun gedung terminal dan pembebasan lahan masyarakat. Namun, hingga saat ini Terminal Ngorang belum dioptimalisasi,” ujarnya kesal.

Sementara itu, ketika keluhan warga ini disampaikan ke Kadishub Mabar, Gayetinus Danggur, ia mengatakan, baru mendapat kabar demikian.

“Namun kalau memang hal tersebut benar, maka saya akan melaporkan hal tersebut ke polisi dan memecat oknum yang bersangkutan,” katanya kepada Floresa.co.

Ia menjelasakan, selama ini ada beberapa kendala di lapangan sehingga terminal itu tidak beroperasi.

Selain karena para sopir yang tidak mau masuk terminal dengan alasan terminal jauh dari jalan umum, juga ia mengakui, pemerintah daerah belum melakukan pembebasan lahan warga yang ada di bagian depan terminal.

“Namun saat ini kami telah berusaha agar kendaraan yang tidak mau masuk Terminal Nggorang akan dicabut izin trayeknya,” katanya.

Rian, seorang sopir angkutan dalam kota di Labuan Bajo mengatakan, merasa rugi dengan tidak beroperasinya terminal itu.

“Padahal kalau Terminal Nggorang digunakan, maka  akan menguntungkan para sopir angkutan dalam kota,” katanya.

Hal itu, kata dia, karena angkutan dari arah Ruteng, Kempo, Macang Pacar dan Boleng hanya sampai di Terminal Nggorang, dan selanjutnya dijemut angkutan dalam kota menuju Labuan Bajo. (Sefrey J/ARL/Floresa)