Labuan Bajo, Floresa.co – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) menelantarkan terminal angkutan pedesaan yang terletak di Nggorang Kecamatan Komodo.

Terminat di ruas jalan Trans Flores itu berubah menjadi hutan.

Pantuan Floresa.co, Jumat (12/6/2015), dari bagian pintu masuk hingga belakang terminal, tampak sebagian besar adalah rumput setinggi 2 meter.

Susana terminal pun sepi. Tidak ada satupun kendaraan pun yang diparkir di terminal itu.

Juga, tidak ada satupun Pegawai Dinas Perhubungan Mabar yang duduk di meja atau ruangan yang disediakan.

Dinding tembok terminal tersebut penuh dengan coretan.

Selain itu, tempat yang biasanya diperuntukan untuk tempat duduk bagi penumpang, kini dijadikan area permainan anak-anak yang tinggal di sekitar terminal.

Meja biro untuk tempat duduk pegawai perhubungan tampak kosong. Ruko yang disediakan untuk tempat jualan pun mubazir.

Menurut pengakuan seorang ibu yang berjualan di pintu keluar terminal, terminal itu hanya ramai  jika ada razia trayek atau penertiban angkutan oleh Dishub Mabar.

“Pegawai Dishub lebih memilih parkir di luar untuk meminta retrebusi terminal,” kata ibu itu yang meminta namanya tidak disebutkan, demi alasan keamanan.

Sementara itu, Kepala Dishub Mabar Gayetinus Danggur belum bisa diminati komentar terkait hal ini.

Floresa.co sudah menghubunginya via telepon seluler, namun tidak merespon, baik saat ditelepon maupun saat dikirimi pesan singkat (SMS). (Satria/ARL/Floresa)