Senin, 20 September 2021

Ingin Kuliah di Jakarta? Ini Kisaran Biaya Hidup Tiap Bulan

Floresa.co – Jakarta tidak hanya menjadi pusat kegiatan ekonomi dan politik, tetapi juga menjadi tempat tujuan menimba ilmu.

Begitu banyak kampus yang bertebaran di sekitar kota Jakarta. Sebut saja Universitas Indonesia,  Universitas Atmajaya, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Trisaksi dan lain-lain.

Akan tetapi seringkali biaya hidup menjadi salah satu pertimbangan memilih kuliah di Jakarta. Kuliah di Jakarta identik dengan biaya hidup yang relatif mahal.

- Advertisement -

Apakah benar demikian? Berapakah biaya hidup per bulan kalau kuliah di Jakarta?

Pengakuan beberapa orang mahasiswa tentang biaya hidupnya di Jakarta barangkali berguna bagi lulusan sekolah menengah yang sedang menjajaki tempat kuliah.

Etrin Romas, seorang mahasiswi kedokteran  di Universitas Kristen Duta Wacana (UKRIDA), Grogol di daerah Jakarta Barat mengatakan, uang sakunya mencukupi untuk biaya hidup di Jakarta selama sebulan.

“Uang saku saya sebanyak satu juta selama sebulan. Itu di luar biaya kos” aku alumnus SMAN I Ruteng ini.

Dari uang sebesar itu, ia pakai membiayai urusan makan-minum, pulsa dan internetan, fotocopy tugas-tugas dari kampus, dan transportasi.

Akan tetapi, menurutnya, karena jarak kos lumayan dekat dengan kampus, ia sering hanya berjalan kaki saja ke kampus. Dengan begitu, ia pun bisa berhemat.

Etgal Putera, mahasiswa kedokteran di UKRIDA juga mengamini hal itu.

“Satu juta sudah sangat pas untuk biaya hidup satu bulan” kata mahasiswa semester delapan ini.

Menurutnya, standard biaya hidup di Jakarta adalah sekitar satu juta hingga satu juta dua ratus. Akan tetapi, jika ia ingin memasak sendiri di kos, dengan uang 700 ribu saja sudah bisa membiayai kehidupan selama sebulan.

Di kampus lain, di daerah Jakarta Pusat biaya hidup tetap sama. Regina Ngambut, yang kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Carolus juga mengaku, ia mempunyai uang bulanan sekitar satu juta.

Meskipun demikian, besarnya biaya hidup tersebut dapat disiasati sendiri oleh beberapa mahasiswa. Mereka dapat mencari kerja sambilan untuk menambah uang saku bulanan.

Laurensius Orivertus Jehuman, mahasiswa Akademi Perawatan Rumah Sakit, Cikini, Jakarta Pusat, misalnya.  Di sela-sela waktu kuliah, ia kadang bekerja untuk perawatan pasien di rumah (home care). Dengan bekerja begitu ia bisa mendapat uang tambahan dari ratusan ribu hingga satu sampai dua jutaan per bulan.

Wira Labut, mahasiswa hukum di Universitas Nasional dan beberapa orang temannya juga melakukan hal serupa. Mereka bekerja paruh waktu di Kantor Kementerian Keuangan. Dari hasil itu, mereka memperoleh gaji sekitar empat juta per bulan.

Sedangkan Gusti Suherman, mahasiswa jurusan filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara di Jakarta Pusat di sela-sela kuliahnya memilih menjaga perpustakaan di Kampusnya. Sambil mengatur administrasi di perpustakaan, ia bisa membaca dan belajar. Namun tiap bulannya ia menerima upah sekitar 500 ribu.

“Mudah saja kerjanya. Bisa sambil belajar. “ katanya.

Di luar biaya hidup, semua mereka juga mengungkapkan biaya kos tinggal di Jakarta. Berdasarkan pengakuan mereka, kisaran biaya kos di Jakarta merentang dari 500 ribu hingga 800 ribu. (Greg/Floresa)

- Advertisement -

Baca Juga