Labuan Bajo, Floresa.co – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya menegaskan akan tetap membangun hotel di Pantai Pede, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores.

Pembangunan hotel tersebut kata dia untuk mengoptimalkan aset provinsi agar memberikan pendapatan bagi daerah dan masyarakat.

Rencana pembangunan hotel ini ditentang banyak elemen di Manggarai Barat. Salah satu alasan yang mengemuka adalah pantai tersebut merupakan satu-satunya pantai yang tersisah di sekitar Labuan Bajo yang bisa diakes bebas masyarakat.

Bila nanti hotel dibangun, maka pantai Pede yang selama ini menjadi ruang publik akan hilang. Masyarakat pun akan kesulitan mencari tempat berinteraksi yang bebas.

Menanggapi hal ini, Frans Lebu Raya disela-sela kunjungannya ke Labuan Bajo pada Senin (8/6/2015) mengatakan ruang publik akan tetap disediakan.

“Jadi, kan tuntutan masyarakat adalah ruang publik. Ruang publik disiapakan. Dan ruang publik tidak hanya di situ, kita bangun di kampung Tengah, kita bangun di kampung Ujung, itu juga ruang publik. Di dalam arena ini juga disiapakan ruang publik. Dan akses masuk ke pantai disiapkan,” ujar politkus PDI-Perjuangan ini  kepada wartawan.

Karena itu, menurut Lebu Raya pembangunan hotel itu tidak merugikan masyarakat. “Jadi, bagi kami, bagi saya, tidak merugikan masyarakat. Bahkan masyarakat mendapatkan manfaat dari situ,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, pemda Manggarai Barat juga akan mendapatkan sebagian besar keuntungan dari pembangunan hotel itu.

“Nanti, pembangunan hotel di situ atau fasilitas lain, yang dapat bagian terbesar itu adalah Kabupaten Manggarai Barat. Tenaga kerjanya, retribusinya, pajaknya, itu semua diperoleh Kabupaten Manggarai Barat,” ujarnya.

Lebu Raya mengatakan pembangunan hotel itu akan segera dilakukan. “Kalau proses izinnya sudah keluar, akan dibangun,” ujarnya. (Ril Ladur/Petrus D/Floresa)