Labuan Bajo, Floresa.co – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya berkunjung ke Labuan Bajo, Manggarai Barat, Senin (8/6/2015).

Ia menghadiri rapat koordinasi para kepala daerah di NTT untuk membahas isu radikalisme dan persiapan Pilkada serentak Desember mendatang.

Di sela-sela kunjungannya itu, menjawab pertanyaan wartawan terkait polemik Pantai Pede, Lebu Raya menegaskan akan tetap membangun hotel di pantai itu yang terletak di Labuan Bajo.

Hotel tersebut akan dibangun oleh PT Sarana Investama Manggabar (PT SIM), perusahaan yang disebut-sebut milik ketua DPR Setya Novanto.

“Jadi, begini, saya sudah jelaskan berkali-kali, Pantai Pede itu aset pemerintah provinsi. Aset pemerintah daerah itu didesak oleh DPR supaya dioptimalkan sehingga aset betul-betul bermanfaat bagi daerah dan masyarakat,” ujar Lebu Raya.

Lebih lanjut, politikus PDI-Perjuangan ini mengatakan, cara mengoptimalkannya adalah dengan membangun hotel di atasnya.

“Bagaimana cara mengoptimalkannya, ya harus dibangun. Supaya ada pemasukan, ada pendapatan dari situ. Kalau kita bangun (hotel-red), Pantai Pede kita tidak merugikan siapa-siapa,” ujarnya.

Pernyataan serupa sudah dilontarkan Lebu Raya dalam berbagai kesempatan ketika ditanya soal polemik Pantai Pede.

Namun, catatan Floresa.co, ini pertama kali Lebu Raya mengungkapkan ketegasan sikapnya itu di Labuan Bajo, kota yang menjadi episentrum persoalan.

Rencana pembangunan hotel ini sudah menjadi polemik sejak pertama kali mengemuka. Sejumlah elemen di Labuan Bajo menentang.

Alasannya, pantai tersebut merupakan satu-satunya pantai tersisah yang bisa diakses bebas oleh warga. (Ril Ladur/Petrus D/Floresa)