Tampak depan kompleks bangunan Seminari Pius XII Kisol. (Foto: Ist)

Floresa.co – Seminari Pius XII Kisol yang terletak di Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Flores kembali mengukir prestasi setelah salah satu siswa SMA sekolah tersebut terpilih jadi finalis dalam lomba esai tingkat nasional.

Yeremias Apriliano Santoso, siswa SMA Kelas XI jurusan sains menjadi salah satu dari 15 penulis esai terpilih dalam lomba esai budaya yang digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Lewat karyanya “Kebhu: Kali Terakhir”, ia menjadi satu-satunya wakil dari NTT yang terpilih. Finalis lain lomba bertema “Bentangan Laut Ribuan Pulau: Inovasi Budaya Martim Nusantara” ini berasal dari provinsi-provinsi lain di Indonesia.

Sebagaimana dikutip Floresa.co dari situs resmi lomba ini, www.lktikebudayaan.com, para finalis telah diumumkan secara resmi pada hari ini, Kamis (4/6/2015).

Di situs tersebut disebutkan bahwa panitia dan dewan juri telah menyeleksi seluruh esai yang masuk. Proses seleksi meliputi persyaratan administrasi dan penilaian dari segi substansi.

Persyaratan administrasi berkaitan dengan lembar orisinalitas karya yang sesuai dengan ketentuan panitia, antara lain menyangkut format, tanda tangan di atas materai dan stempel sekolah.

Sementara penilaian substantif, meliputi aspek kesesuaian tema, gagasan, argumentasi, dan penulisan.

“Dari seleksi aspek substansi esai, dewan juri kemudian menentukan 15 esai sebagai finalis beserta cadangannya. Esai cadangan diperlukan apabila ditemukan indikasi kuat praktik plagiasi pada calon 15 finalis untuk menggantikannya,” demikian pengumuman di situs tersebut.

Naskah yang ikut serta dalam lomba ini mencapai 1.051 buah, yang dikirim ke panitia hingga Rabu, 13 Mei 2015 lalu.

Para finalis akan di undang dan dibiayai ke Jakarta untuk melakukan presentasi di depan dewan juri pada 12-16 Juni 2015.

Sejumlah aspek yang dinilai dalam lomba ini antara lain kesesuaian tema (10 persen), gagasan (30 persen), argumentasi (40 persen) dan penulisan (20 persen).

Lomba ini berhadiah total 64 juta rupiah, di mana juara satu akan mendapat Rp 10 juta, juara II 9 juta, juara III 8 juta, juara harapan I 6 juta, juara harapan II 5 juta, juara harapan III 4 juta dan hadiah untuk 9 finalis lainnya masing-masing 2,5 juta. Mereka semua akan diberi piagam.

Karya 15 finalis ini akan diterbitkan dalam buku kumpulan esai terbaik, demikian menurut pengumuman panitia.

Romo Silvianus Mongko Pr, salah satu pendamping dan guru di Seminari Kisol mengatakan, ini baru pertama kali siswa yang mereka didik mengikuti lomba ini, setelah dua tahun program kementerian itu berjalan.

“Anak ini lolos karena ulasannya menarik, angkat isu kearifan lokal, karyanya orisinal dan kontekstual,” katanya kepada Floresa.co, Rabu malam.

Kebhu, topik yang diangkat dan diuraikan dalam tulisan siswa asal Ruteng itu merujuk pada ritual penangkapan ikan secara tradisional di Nangarawa, kampung di pantai selatan Flores, yang terletak tak jauh dari Seminari Kisol. (Ari D/ARL/Floresa)