Borong, Floresa.co – Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggandeng Fakultas Geografi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dalam konsultasi publik membahas Analisis mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) rencana pembangunan RSUD di daerah itu.

Acara konsultasi publik ini digelar di aula Kevikepan Borong, Kamis (4/6/2015).

Peserta yang hadir diantaranya beberapa kepala desa yang ada di Kecamatan Borong, warga desa Golo Kantar, dan Warga Gurung Liwut yang merupakan warga desa seputar rencana pembangunan RSUD nantinya. Hadir juga beberapa pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Wakil Bupati Matim, Andreas Agas kepada peserta menjelaskan RSUD Matim rencananya akan dibangun di tanah seluas 6,13 Ha. Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 5 tahun 2012, kata dia, setiap bangunan yang dibangun di tanah dengan luas lebih dari 5 ha, wajib memiliki Amdal.

Selain itu menurut Agas pembangunan rumah sakit wajib memiliki Amdal karena terkait dengan pengelolahan limbah bahan berbahaya.

“Tahun ini akan diadakan tender perencanaan pembangunan. Kalau sudah ditender perencananya, maka tahun depan pemerintah bisa menganggarkan dana untuk pelaksanaan pembangunan fisiknya,”ujar Agas.

Karena itu, lanjut Agas, Pemda Matim melalui dinas kesehatan menyusun Amdal. Dia berharap penyusunan Amdal ini berjalan sesuai rencana sehingga pada akhirnya masyarakat Matim dapat menikmati pelayanan kesehatan yang berkualitas menuju masyarakat Matim yang sehat.

Kadis Kesehatan Matim, Philipus Mantur kepada Floresa.co usai kegiatan menjelaskan rencananya rumah sakit yang akan dibangun di Matim adalah RSUD Tipe C.

Kata Mantur, ada 4 gedung yang akan dibangun yaitu, dedung Unit Gawat Darurat (UGD), gedung pelayanan administrasi, dedung perawatan umum dan gedung untuk bedah.

“Kita selangkah lagi untuk pembangunan RSUD Matim. Mudah-mudahan tahun depan sudah pelaksanaan pembangunan fisiknya,”ujar Mantur sumringah.

Langkah Pemda Matim ini mendapat apresiasi dari mantan anggota DPRD Matim, Niko Martin. Niko yang dihubungi Floresa.co berharap agar RSUD yang dibangun nanti tidak sekedar ada, tetapi memiliki kualitas bagus, kokoh, kuat dan yang tak kalah penting jangan jadi sumber korupsi.

“Prinspinya kita dukung, lebih cepat lebih baik. RSUD adalah fasilitas publik maka kehadiranya sangat dibutuhkan oleh masyarakat Matim,”ujarnya. (Satria/PTD/Floresa)