Floresa.co- Uskup Agung Ende, Mgr. Vincensius Poto Kota, Pr menahbiskan 17 diakon Societas Verbi Divini (SVD) di Kapela Seminari Tinggi Ledalero, Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (3/6/2015).

Ke-17 diakon tersebut adalah Diakon Fajar Suasono SVD, Diakon Ferdinandus Nuho SVD, Diakon Firminus Wiryon SVD, Diakon Maximus Abit SVD, Diakon Kristoforus Abayandi SVD, Diakon Robertus Oula’a SVD, Diakon Aloysius R. Men SVD, Diakon Kalixtus Hartono SVD, Diakon Silvester M. Eko SVD, Diakon Melkiades Binsasi SVD, Diakon Didi Iryanto, SVD, Diakon Ameu Gudinho SVD, Diakon Benni Obon SVD, Diakon Yosef M. Mea SVD, Diakon Amandus Mare SVD, Diakon John Jama Kaka SVD, dan Diakon Asyanto Belarminus SVD.

Hadir dalam perayaan ini, Provinsial SVD Ende, P. Leo Kleden, SVD, para imam konselebran, biarawan/i, sahabat dan kenalan serta segenap anggota keluarga besar Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero.

Uskup Sensi dalam amanat tahbisan diakon mengatakan bahwa tahbisan diakon merupakan dasar untuk melangkahkan kaki menuju golongan hierarkis gereja. Masa diakon merupakan masa persiapan sebelum menerima tahbisan imamat.

“Karena ini merupakan masa percobaan maka para diakon hendaknya membuka mata, hati dan telinga. Situasi krisis kemanusiaan yang terjadi di masyarakat kita sekarang ini menuntut kepekaan kita untuk melihat dan mendengar semua dan menemukan solusi dengan berpegangkan pada apa yang kita miliki semasa kita dididik di sekolah dan di biara kita,” kata Uskup Agung Ende ini.

Diakon Silvester M. Eko, SVD dalam sambutan mewakili para diakon tertahbis mengatakan bahwa dengan urapan tahbisan diakon mereka akan pergi dan berbuat sebagaimana tema yang mereka usung “Pergilah dan bebuatlah”.

“Urapan suci ini akan menguatkan pelayanan kami sebagai diakon,” tegas diakon yang pernah menjalankan Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Tim Relawan untuk Kemanusiaaan Flores (TRUK-F) Maumere ini.

Provinsial Ende, Pater Leo Kleden SVD, dalam sambutannya, menyatakan rasa terima kasih kepada kedua orang tua yang telah menyerahkan putra-putra mereka untuk melalui serikat SVD menyerahkan seluruh hidup bakti mereka kepada Tuhan.

“Meskipun Ledalero setiap tahun menghasilkan banyak imam, tapi kita hanya mendapatkan beberapa dari mereka karena sesama kita di belahan dunia lainnya masih sangat membutuhkan pelayanan anak-anak kita ini,” ujar Pater Leo.

Dosen filsafat senior pada STFK Ledalero ini memberikan empat catatan penting kepada para diakon tertahbis.

Pertama, ke-17 diakon yang ditahbiskan hari ini merupakan anugerah karena ditahbiskan di tahun di mana Paus Fransiskus menyerukan tahun 2015 sebagai tahun hidup bakti. Persembahkanlah dirimu sebagai wujud sembah baktimu yang abadi.

Kedua, diakon adalah seorang pelayan. Yesus merupakan guru diakon kita. Jadi, belajarlah dari Sang Guru diakon kita.

Ketiga, panggilan sosial karikatif. Kita dipanggil dengan rupa-rupa karunia sosial karikatif. Karena itu, hendaknya naluri pelayan kita terus berkobar dari waktu ke waktu. Seorang pelayan harus memulai dari dirinya sendiri menuju situasi sosialnya.

Keempat, kita dipanggil untuk melayani semua orang. Sebagai anggota SVD, kita dipanggil untuk melayani setiap orang kapan dan di mana saja. Pelayanan kita kita hendaknya tidak membedakan suku, ras, agama, dll karena untuk semua itulah kita dipanggil.

Perayaan pentahbisan ke-17 diakon dimeriahkan oleh koor pilihan para frater SVD di bawah pimpinan P ater Yos Kusi, SVD dan Bruder Minggus Liem, SVD. (Kontributor di Maumere, Fr. Dantho SVD)