BerandaARTIKEL UTAMAKinerja Dinkes Matim Amburadul,...

Kinerja Dinkes Matim Amburadul, Gaji Pegawai THL Bulan Maret Dibagi Hingga Pukul 22.00 Wita

Borong, Floresa.co – Kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai Timur (Matim)-Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang amburadul membuat upah bulan Maret Tenaga Harian Lepas (THL) yang bertugas di seluruh Puskesmas dibagi sampai pukul 22.00 Wita.

Ratusan THL menunggu sejak pagi di Dinkes Matim dan baru bisa kembali ke kampung halaman pada malam hari.

Salah satu perawat yang bertugas di Puskesmas Dampek, Kecamatan Lambaleda yang tidak mau namanya disebut mengaku sangat kecewa.

“Gaji kami cuma Rp 1.180.000,- Biaya transportasi menuju Kantor Dinkes hampir Rp 400.000,-, sisa Rp 650.000. Mana mau beli makan dan minum di Borong. Sampai di sini kami dibuat kecewa,” katanya.

“Gaji kami dibagi sampai jam 10 malam. Kami mesti kembali ke Dampek lagi malam ini juga. Kami minta pihak dinas pandai mengatur waktu agar kami tidak di terlantarkan sampai berlarut-larut,” lanjutnya.

Perawat yang mengaku baru beberapa bulan menjadi THL itu menjelaskan, pemicu leletnya pembayaran gaji karena bendahara dinas kesehatan yang baru datang pada siang hari.

“Ada belasan Puskesmas yang ada Matim, semuanya datang menyerbu untuk menerima gaji. Kami tidak diberi makan dan minum oleh dinas,” katanya.

Hal yang sama disampaikan oleh seorang bidan yang bertugas di Puskesmas Mano, Kecamatan Poco Ranaka.

Bidan yang engan mau meyebutkan namanya ini merasa kesal dengan sikap pihak dinas yang terlambat membagi gaji mereka.

“Akibat terlambat bagi gaji, terpaksa kami sampai larut malam antri di Lehong. Anak kami dititip ke tetangga, ” katanya.

Sementara itu, Sekertaris Dinkes, Sulpisius Galmin saat dikonfirmasi Floresa.co, Senin malam berkilah, dirinya tidak mengetahui kalau upah bulan Maret THL dibagi sampai jam 10 Malam.

“Saya tidak tahu kalau dibagi sampai jam 10 malam. Coba saya hubungi bendahara,” katanya.

Selama ini, menurut Galmin, pembagian gaji THL yang bertugas di Puskesmas di seluruh Matim diberi waktu selama tiga hari, di mana tiap harinya sampai pukul 18.00 Wita.

“Hari ini memang saya dengar seluruh Puskesmas yang ada di wilayah matim dibagi serentak. Kami akan perbaiki lagi manajemen kami,” kata Sius Galmin. (Satria/ARL/Floresa)

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Walhi NTT Ingatkan Pemerintah Berhenti Khianati Mandat Cagar Biosfer TN Komodo

“TN Komodo yang telah berjalan 42 tahun gagal untuk menjalankan tiga mandat utama cagar biosfer yakni pelestarian keanekaragaman hayati/satwa, peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat dengan mekanisme ekonomi ramah lingkungan dan berkeadilan dan pemuliaan kebudayaan rakyat,” kata Walhi NTT

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...

Motang Rua: Kisah Heroik Pahlawan Manggarai (1)

Floresa.co - Nama Motang Rua, yang lahir tahun 1860, sudah tak...

Potret Sejarah Manggarai dalam Sejarah Nusantara: Sebuah Studi Literatur

Catatan editor: Tulisan ini merupakan karya dari Vianney Andro Prasetyo, seorang...

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.