BerandaARTIKEL UTAMAPaket Joker Bukan Sekadar...

Paket Joker Bukan Sekadar “Joke” untuk Pilkada Mabar

Labuan Bajo, Floresa.co – Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati John Kadis dan Stefan Rafael menegaskan akan serius bertarung dalam pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) Manggarai Barat (Mabar)-Flores Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pasangan dengan sebutan “Joker” ini menyatakan kemunculan mereka selama ini bukan sekedar untuk lucu-lucuan atau sekedar  joke.

Stefan Rafael yang dihubungi Floresa.co Minggu, (26/4/2015) mengatakan, Paket Joker siap ikut bertarung dalam pesta demokrasi di Mabar, 9 Desember mendatang.

Ia menepis anggapan yang menyebut dirinya dan John Kadis hanya sekedar propaganda.

Sebagai bukti keseriusan, ia mengungkapkan, saat ini sudah melakukan lobi-lobi politik ke sejumlah pimpinan partai politik di Jakarta.

“Mudah-mudahan pimpinan Parpol menerima lamaran Paket Joker untuk perubahan menjadi Mabar lebih baik,” kata Rafael yang juga pemerhati lingkungan di Mabar ini.

Ia menambahkan, jika nanti tidak ada partai yang menerima pinangan mereka, maka pasangan ini akan memilih jalur non-partai (perseorangan).

Saat ini, lanjutnya, relawan Joker yang ada di desa-desa sedang mengumpul KTP warga serta tanda tangan surat pernyataan sebagai suatu persyaratan untuk maju melalui jaluar perseorangan.

“Sudah hampir belasan ribu KTP warga Mabar yang sudah terkumpul. Sekali lagi, Paket Joker serius mau maju dalam pesta demokrasi ini. “ujarnya.

Rafael mengklaim, mereka mendapat dukungan dari kaum muda di Mabar serta mahasiswa asal daerah itu yang sedang studi di luar daerah.

Tak hanya itu, ia juga mengklaim, Paket Joker mendapat dukungan 100% dari kaum muda dan keluarga Manggarai yang ada di Bali.

Paket ini berjanji untuk menghindari politik uang dalam proses Pilkada. Sebab, kata Rafael, politik uang merupakan embrio dari pemimpin yang korup.

“Jika kelak Paket Joker menang dalam Pilkada Mabar, kita akan menciptakan sistem pemerintahan yang transparan. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Warga Mabar wajib mengetahui apa yang dibuat oleh pemimpinannya,” pungkas Rafael.(Satria/PTD/Floresa)

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Walhi NTT Ingatkan Pemerintah Berhenti Khianati Mandat Cagar Biosfer TN Komodo

“TN Komodo yang telah berjalan 42 tahun gagal untuk menjalankan tiga mandat utama cagar biosfer yakni pelestarian keanekaragaman hayati/satwa, peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat dengan mekanisme ekonomi ramah lingkungan dan berkeadilan dan pemuliaan kebudayaan rakyat,” kata Walhi NTT

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Potret Sejarah Manggarai dalam Sejarah Nusantara: Sebuah Studi Literatur

Catatan editor: Tulisan ini merupakan karya dari Vianney Andro Prasetyo, seorang...

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.