BerandaARTIKEL UTAMAKadis Sosial Nakertrans Matim...

Kadis Sosial Nakertrans Matim Jarang Masuk Kantor

Borong, Floresa.co – Maksimus Ngkeros, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsos Nakertrans) Kabupaten Manggarai Timur (Matim), akhir-akhir ini jarang masuk kantor di Borong.

Ketika Floresa.co menyambangi kantor Dinsos Nakertrans selama beberapa Minggu ini, Maksimus selalu tak ada di tempat.

Hari ini, Kamis (23/4/2015), Floresa.co kembali menyambangi kantor dinas itu. Lagi-lagi, taka da Maksimus di sana.

Seorang pegawai bawahannya membisikkan, akhir-akhir ini Maksimus memang jarang sekali datang ke kantor.

“Dia hampir tiap Minggu dua kali saja masuk. Kadang Senin kalau ada apel, kadang juga Selasa atau Rabu,” ujar staf itu yang meminta namanya dirahasiakan.

Seorang pejabat di lingkungan Pemda Matim yang juga meminta namanya tak disebutkan memberi pengakuan serupa.

Maksimus sudah menyatakan akan maju dalam Pilkada Kabupaten Manggarai. Dia maju sebagai calon bupati berpasangan dengan calon wakil, Stefanus Pelor.

Ditengarai akibat kesibukannya mempersiapkan Pilkada, mantan Kepala Dinas Pertambangan Kabupaten Manggarai ini lalu jarang ke kantor.

Bahkan, beberapa waktu lalu, ketika ada Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Matim yang digagalkan keberangakatannya ke Jakarta oleh Kepolisian Resort Manggarai Barat (Polres Mabar) di Labuan Bajo, Maksimus tidak terlihat mengurus masalah ini.

Meski kasus itu menyita perhatian cukup banyak pihak, termasuk aparat keamanan dan nama dinas yang dipimpinnya jadi pembicaraan publik, Maksimus tetap hanya mendelegasikan kasus ini ke bawahannya, Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinsos Nakertrans Matim, Philipus Ino Lipur.

Hari ini, Floresa.co mencoba memita keterangan dari Sekretaris Dinsos Nakertans, Thomas Tedong terkait prilaku Maksimus. Namun, Thomas menggunakan berbagai cara untuk menolak diwawancarai.

Awalnya, Floresa.co meminta bantuan salah satu staf di dinas itu untuk meminta waktu Thomas melayani wawancara.

Staf tersebut mengatakan bawah Thomas sedang menerima tamu dari provinsi. “Maaf Pak, Bapak Sekertaris masih ada tamu dari Dinsos Nakertrans Propinsi. Mohon tunggu sebentar,” kata Staf tersebut.

Floresa.co pun menunggu hingga tamu itu pergi. Selang 20 menit kemudian, setelah tamu dari Dinsos Nakertrans Propinsi keluar dari ruangan Thomas, staf tersebut masuk lagi ke ruangan untuk menyampaikan hal yang sama, bahwa ada wartawan Floresa.co ingin mengkonfirmasi terkait Maksimus yang jarang masuk kantor.

Setelah keluar dari ruangan, staf tersebut menyampaikan bahwa Thomas tidak bersedia ditemui. “Maaf Pak, Bapak tidak mau ketemu. Katanya bapak mau ke Lehong (kantor bupati) untuk rapat,” katanya.

Terkait rapat di Lehong itu, Floresa.co meminta klarifikasi Kepala Bagian Humas Setda Matim Bonefasius Sai, di mana kemudian ada dugaan keras, Thomas berbohong.

Bonefasius memang membenarkan bahwa ada rapat di Lehong. Namun, menurutnya, Dinas Sosial Nakertrans tidak dilibatkan dalam rapat tersebut.

“Dinsos Nakertrans tidak dilibatkan dalam rapat bersama Pak Sekda. Tadi, tidak ada Pak Sekertaris Dinsos Nakertrans ikut rapat” kata Bonefasius saat ditemui di kantor DPRD Matim.

Terkait kerap alpanya Maksimus, Sekda Matim Mateus Ola Beda yang dikonfirmasi Floresa.co enggan memberi komentar.

“Adik maaf ya. Saya lagi sibuk ini. Ada rapat. Sebentar saya hubungi lagi,” kilah Mateus, yang kemudian tak lagi menghubungi Floresa.co.

Maksimus sudah dihubungi berkali-kali untuk meminta keterangan terkait pemicu kelakuannya.

Namun, ketika dihubungi melalui nomor ponselnya, tidak ada reposn. Pesan singkat yang dikirim Floresa.co pun tak dibalas hingga berita ini dipublikasi. (Satria/ARL/Floresa)

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Wawancara Suster Virgula SSpS: “Percaya Sepenuhnya Kepada Tuhan”

Floresa.co - Nama Sr Virgula Schmitt SSpS (87) sangat akrab bagi...

KPK Tantang Gereja Katolik Audit Keuangan

Floresa.co - Seorang anggota senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menantang Gereja Katolik...

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...