Floresa.co – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,9 Triliun untuk mengembangkan jalan nasional di Provinsi Nusa Tenggara Timor (NTT) pada tahun anggaran 2015.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Perencanaan dan Pengawasan Jembatan dan Jalan (P2JJ) NTT, Fredy Kana Lo sebagaimana dilansir kantor berita antara, Minggu (29/3/2015)

“Anggaran sebesar itu akan dibagi untuk jalan nasional pada empat wilayah di NTT,” ujar Fredy di Kupang.

Keempat wilayah yang disebutkan yaitu, Wilayah I jalan di daratan Timor—Alor—Rote dan Sabu Raijua sebesar Rp 7,69 miliar; wilayah Wilayah II jalan di Kefamenanu—Atambua dan daratan Sumba sebesar Rp 5,39 miliar; Wilayah III jalan dari Ngada—Labuan Bajo sebesar Rp 28,39 miliar; dan Wilayah IV jalan dari perbatasan Ngada—Larantuka-Adonara —Lewoleba sebesar Rp 2,10 miliar.

Fredy juga mengungkapkan ada tambahan dana juga dari APBN-P sebesar Rp 5,9 miliar untuk untuk infrastruktur jalan nasional di Timor dan Rp 40 miliar untuk jalan nasional Larantuka — Maumere.

Selain itu, lanjutnya, ada juga dana APBNP untuk jalan nasional di Sumba sebesar Rp 10 miliar, jalan nasional Baranusa-Kabir di Alor Rp 20 miliar, Labuan Bajo sebesar Rp 20 miliar, Bajawa Rp 15 miliar dan sisanya untuk jalan nasional di daratan Timor.

Saat ini, katanya proses tender sedang dipersiapkan dan mulai berjalan pada awal April. Semua pekerjaan, menurutnya, akan diselesaikan dalam waktu enam bulan.

“Ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang mengharapkan semua proyek yang dicanangkan bisa mulai berjalan pada Maret 2015 (untuk daerah NTT disepakati April) agar menjadi stimulus pembangunan ekonomi di daerah,” tandasnya. (TIN/Floresa)