Ilustrasi
Ilustrasi

Floresa.co – Sebuah survei yang digelar LSM On Track Media Indonesia (OTMI) di Nusa Tenggara Timur (NTT) menemukan banyaknya murid yang sudah mulai berpacaran sejak di bangku SMP.

Survei ini yang disertai dengan Focus Group Discussion (FGD) juga menemukan banyak murid yang bangga pacaran dengan ojek dan sopir.

“Ketika kami gali lagi dalam Fokus Group Discussion, kami menemukan fakta para siswa merasa bangga jika berpacaran dengan tukang ojek atau supir angkot,” ungkap Imelda Theresia, Direktur OTMI di Kupang, Jumat (20/3/2015).

Survei ini juga menemukan bahwa dari responden 450 siswa, ditemukan 50 % telah mengenal dunia pornografi, baik lewat internet maupun dari media lain.

Tak hanya itu, mayoritas responden juga telah melakukan hubungan seks dan merekamnya dengan kamera HP.

Survei ini dilakukan OTMI sejak Oktober 2014 di 16 sekolah yang tersebar di empat kabupaten, yakni Kupang, Belu, Manggarai, dan Manggarai Barat.

Merespon hal ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Sinun Petrus Manuk mengaku sangat kuatir.

Saat ini, pihaknya bersama OTMI menyusun sebuah program bernama “Mari Kita Bicara” yang didukung oleh Program MAMPU (Program kerjasama Pemerintah Indonesia dan Australia) sebagai upaya meminimalisir dampak negatif dari perkembangan teknologi.

“Sekarang ini dengan kemajuan teknologi yang luar biasa membawa dampak positif dan negatif sekaligus, sehingga tinggal filternya. Makanya kita bekerjasama dengan OTMI untuk kita giring ke hal–hal yang positif, “ kata Manuk.

Program “Mari Kita Bicara” akan dilaksanakan dengan tiga sasaran yakni para siswa, guru dan orang tua.

“Sasarannya 3 SMP di Kota Kupang dan 1 SMP di Kabupaten Kupang yang mewakili karakteristik sekolah – sekolah di NTT serta para guru dan 25 pasangan orang tua, “ jelas Theresia Imelda.

Project Officer OTMI, Gracia Respati menjelaskan, kegiatan – kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain sosialisasi kesehatan reproduksi dan seksualitas serta konsep diri dengan menggunakan video dan kegiatan interaktif di siswa kelas 7 dan 8.

Selain itu, menurutnya, ada kegiatan menyusun pekerjaan rumah untuk dikerjakan oleh siswa dan orang tua, pembuatan aplikasi telepon genggam mengenai kesehatan reproduksi, konsep diri, resiko seks yang tidak aman serta mengirimkan informasi kesehatan reproduksi melalui MS Blast dan lomba cipta lagu.

“Jadi lomba cipta lagu tujuannya untuk meningkatkan kreatifitas yang positif dari para siswa. Lomba ini akan dilaksanakan di 5 daerah mulai April sampai Juni 2015, “ ujar Gracia. (ARL/Floresa/RRI)