Bupati Manggarai Timur, Yoseph Tote.

 

Borong, Floresa.co – Mikael Anggur, perwakilan Warga Desa Bea Ngencung, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) mengaku kecewa kepada Bupati Yosep Tote.

Pasalnya, surat pengaduan mereka tentang dugaan penggelapan dana Anggaran Desa (ADD) tahun 2013, ADD 2014 dan dana program Anggur Merah oleh Kepala Desa Bea Ngencung belum juga ditindaklanjuti. Padahal surat tersebut sudah dikirim pada 4 Maret 2015.

Mikael mengatakan, Tote sepertinya masa bodoh karena tidak menindaklanjuti surat perwakilan warga.

“Seharusnya Bupati Matim secepatnya menyelesaikan persoalan ini agar tidak terjadi isu yang memanas di kampung Bea Ngencung sehingga tidak terjadi konflik antara sesama warga,” kata Mikael ┬ákepada Floresa.co, Selasa (17/3/2015) pagi.

Ia  mengatakan para pelapor bukan cuma warga biasa, tetapi ada juga Sekertaris BPD, anggota BPD, Ketua RT serta tokoh pemuda.

“Niat kami baik agar pengelolahan Dana Desa transparan, tidak ada saling tertutup antara Kades dan pengurus desa,” kata Mikael yang juga Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bea Ngencung.

Dia juga membantah tudingan Kades Bea Ngencung, Kornelis Jarsi yang meyebutkan bahwa para palapor adalah barisan sakit hati yang kalah dalam pemilihan kepala desa tahun lalu.

“Itu tidak benar. Kami ingin ada transparan pengelolahan keuangan desa saja,” tutur Mikael.

Karena laporan ke Bupati belum ditanggapi, Mikael mengatakan dalam waktu dekat akan mengadukan masalah ini ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Matim.

“Mudah-mudahan dengan melapor ke DPR bisa menyelesaikan persoalan yang ada di desa,”ujarnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa kelompok warga yang mengatasnamakan diri perwakilan warga desa Bea Ngencung melaporkan kepala desa mereka atas tuduhan penyelewenagan anggaran dana desa tahun 2013 dan 2014 serta dana program anggur merah.

Namun, Kepala Desa Bea Ngencung Kornelsi Jarsi sudah membantah tudingan tersebut. Dia mengatakan tidak sepersen pun mengkorupsi dana tersebut.

“Uang ADD semua ada laporan pertanggungjawaban pengunaan uang. Saya bukan orang bodoh yang menggunakan uang negara untuk kebutuhan pribadi,” ujarnya.

Kornelis pun meminta inspektorat Kabupaten Matim untuk mengaudit penggunaan dana tersebut agar tidak ada tudingan miring lagi.

” Saya minta inspektorat untuk mengaudit saya, supaya jelas semuanya,” kata Kornelis. (PTD/Floresa)