BerandaPOLITIKKasus Tambang PT MM,...

Kasus Tambang PT MM, Manajemen Ngumpet Tak Penuhi Panggilan Kepolisian

 

Inilah barang milik PT MM, perusahan tambang yang beroperasi di Kabupaten Manggarai Timur. Barang ini disita oleh Polres Mabar saat hendak dikirim melalui pesawat di Bandara Komodo. (Foto: Surion Adu Florianus)
Inilah barang milik PT MM, perusahan tambang yang beroperasi di Kabupaten Manggarai Timur. Barang ini disita oleh Polres Mabar saat hendak dikirim melalui pesawat di Bandara Komodo. (Foto: Surion Adu Florianus)

Labuan Bajo-Floresa.co – Sudah dua bulan lebih kasus pengiriman barang tambang milik PT Manggarai Manganese (PT MM) diselidiki Kepolisian Resort Manggarai Barat. Namun, hingga kini belum ada petinggi perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Manggarai Timur itu yang ditetapkan sebagai tersangka.

Padahal, Kepolisian sudah menyatakan bahwa pengiriman barang tambang tersebut melanggar UU No 4 tahun 2009 tentang mineral dan batubara karena tidak memiliki izin pengiriman barang.

Berdasarkan uji laboratorium, barang tambang seberat 408 kilogram yang disita dari Bandar Udara Komodo pada Kamis 8 Januari 2015 itu terbukti mengandung mangan, emas dan perak.

Karena itu, menurut Kapolres Manggarai Barat (Mabar) AKBP Jules Abraham Abas, kepolisian dipastikan akan menetapkan tersangka dari pihak perusahaan.

Jules mengatakan tersangka yang akan ditetapkan adalah pihak di manajemen yang dianggap paling bertanggung jawab atas pengiriman barang tersebut.

Namun, hingga kini tersangka belum juga ditetapkan. Apa alasannya?

Dihubungi Floresa.co Senin (16/3/2015), Jules mengatakan manajemen perusahaan tambang itu menghilang. “Sementara (proses penyelidikan), sebentar lagi (ada tersangka). Soalnya dari pihak manajemen itu pada menghilang itu, itu informasi terakhirnya,”ujanrya.

Jules mengatakan berdasarkan informai yang dihimpun kepolisian, pihak manajemen itu adalah pekerja kontrak. “Tapi kan mereka manajemen. Nggak tau mungkin lagi diumpetin, kayak sudah takut,”ujarnya.

Jules mengatakan ketika barang-barang tambang itu ditahan kepolisian, manajemennya langsung dipindahkan ke Jakarta. “Kayaknya pada diumpetin. Belum datang (lagi), kita sudah sampaikan panggilan,”ujarnya.

Dia mengatakan nanti kalau sudah dua kali panggilan dan tidak datang juga, maka kepolisian akan melakukan upaya paksa. “Kita pake surat perintah membawah, kita panggil untuk minta keterangan di sini (Labuan Bajo). Tapi kita koordinasi dulu, kita cek dulu dengan kantor pusatnya di Jakarta,”ujarnya.

Jules menduga ketidakdatangan pihak manajemen untuk memenuhi panggilan kepolisian karena ada unsur kesengajaan. “Sepertinya diumpetin dari pihak manajemen. Mungkin dilindungi. Sekilas saya dengar informasi dari penyidik seperti itu,”ujarnya.

Jules mengatakan Kepolisian Resort Mabar tak akan mundur selangkah pun untuk mengusut kasus ini. “Wong sudah dapat hasil (lab). Kan hasil lab mengandung mangan dan ada kandungan emasnya. Masa kita mundur, rugi-rugi amat,”ujarnya sambil tertawa. (PTD/Floresa)

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Sejarah Kekuasaan di Manggarai Raya, dari Perang Todo vs Cibal, Hingga Pilkada Langsung

Floresa.co - Tahun 2015, menjadi momentum penting bagi Kabupaten Manggarai dan...

Kisah Suami Istri Tuna Netra di Labuan Bajo Menyambung Hidup dengan Klinik Pijat

  Labuan Bajo, Floresa.co -Keterbatasan fisik tak membuat pasangan suami istri Simon...

Data: Manggarai Raya Jadi Lumbung Padi untuk NTT

Floresa.co- Tiga kabupaten di Flores bagian barat yaitu Manggarai Timur, Manggarai,...

Inikah Penyebab Provinsi Flores Gagal Terbentuk Tahun 1956?

Floresa.co - Gagasan pembentukan provinsi Flores masih terus bergema hingga kini....

Oknum Tentara Yang Diberitakan Memukul Bocah SD di Maumere  Berdamai Dengan Korban

Maumere, Floresa.co -  Kodim 1603  Sikka mengklarifikasi pemberitaan Floresa.co  yang sebelumnya...

Kadis Perindakop Mabar Nyaris Adu Jotos dengan Pedagang Pasar Batu Cermin

Labaun Bajo, Floresa.co - Sebanyak 450 masyarakat pedagang pasar Batu Cermin,...

PMKRI Pertanyakan Jembatan Ra’a Sali di Sikka yang Ditelantarkan Kontraktor

Maumere, Floresa.co - Pembangunan jembatan Ra’a Sali di Dusun Wolofeo, Desa...

Rektor Universitas Tribuana Kalabahi Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku Pembunuhan Yosten Illu

Kalabahi, Floresa.co - Rektor Universitas Tribuana Kalabahi, Fredrik A. Kande, mendesak...