Floresa.co – Menyebut nama Pulau Flores, kesan yang melekat dalam benak kita adalah keindahan alamnya. Sudah begitu banyak wisatawan lokal maupun asing yang sudah menginjakkan kakinya di sana demi menikmati pesona alam pulau yang disebut Nusa Nipa ini.

Karena kecantikan alamnya ini, bahkan ada yang menyebut pulau yang terletak di Nusa Tenggara Timur (NTT) ini sebagai potongan  “Taman Firdaus” atau “Firdaus yang Terlempar”.

Dan baru-baru ini, pulau seribu dengan mayoritas umat Katolik Roma  ini menerima penghargaan dari Lonely Planet sebagai “Top 10 Regions, Best in Travel 2015” yang diumumkan dalam Pameran Pariwisata WTM London, 3-6 November 2014.

Kesan tersebut bukan tanpa alasan, sebut saja, di sana ada Komodo, reptil yang bertahan hidup hingga hari ini sejak zaman purba dan satu-satunay yang tersisa, kampung tradisional Wae Rebo dan danau yang memiliki tiga warna yang bernama kelimutu.

Nah, bila Anda hanya mengenal ketiga tempat tersebut, berarti masih belum tahu banyak tentang Pulau dengan seribu Gereja ini. Sebenarnya, masih banyak tempat lain yang tak kalah menarik yang layak anda kunjungi. Dijamin, tempat-tempat tersebut akan memberikan kepuasan kepada anda.

Berikut ini, akan disuguhkan kepada anda lima pantai yang layak dijadikan referensi jika kamu ingin menghabiskan waktu liburan.

judul gambar

Pantai Lewolein

Pantai Lewolein
Pantai Lewolein

Pantai ini letaknya di Desa Dikesare, Kecamatan Lebatukan, Lembata. Anda bisa ke sana dengan jarak tempuh 27 Km dari kota Lewoleba selama kurang lebih 2 jam. Aksesnya pun gampang. Jalannya sudah beraspal, sehingga anda bisa menggunakan sepeda motor dan mobil pribadi.

Atau, bila anda ingin merasakan bagaimana suasana dalam angkutan umum di Pulau Bunga ini, di sana ada berbagai jenis angkutan umum yang bisa kamu sewakan.

Pemandangan di pantai ini sangat memanjakan mata. Dijamin, anda akan ingin suapaya berlama-lama di pantai ini.

Di bawah rindangan pohon kelapa, anda bisa merasakan hembusan angin laut yang mengombang-ambingkan kapal nelayan. Hutan bakau yang belum tejamah oleh tangan-tangan jahil akan semakin membuat anda tepesona.

Tak perlu ditanya lagi kalau anda ingin menikmati sunset atau matahari terbenam. Dari pantai ini, di ubun-ubun Gunung Ile Ape, anda bisa menyaksikannya keindahannya yang jarang anda temukan di tampat lain.

Bila ingin menikmati hidangan hasil laut dan makanan lokal, di Pantai ini disediakan juga untuk anda. Di beberapa Gazebo,  anda bisa mencicipi ikan panggang, ikan goreng, telur rebus serta makanan dan minuman khas daerah setempat.

Di sana juga ada atraksi penangkapan ikan tradisional yang dalam bahasa setempat disebut rewa ika. Bila anda ingin agar menyaksikannya, sebaiknya tanya dulu kepada penduduk sekitar kapan kira-kira diadakan atraksi ini, sehingga pengalamanmu semakin kaya.

Pantai Koka

Pantai Koka
Pantai Koka

Kita lanjut ke barat. Ada satu pantai lagi yang memiliki keindahan luar biasa, namanya Pantai Koka. Pantai ini terletak di wilayah administrasi Kabupaten Sika tepatnya di Wolowiro.

Untuk menuju tempat ini jika memulai perjalanan dari Maumere, ibukota kabupaten Sika, anda akan menempuh jarak tempuh kira-kira 42 Km. Melalui jalan provinsi dengan kualitas yang memberikan kenyamanan kepada anda, dijamin anda akan sampai di Paga dengan ceria.

Di sepanjang jalan menuju Paga, anda akan dimanjakan dengan pemadangan rumah penduduk dan kebun-kebun milik mereka yang ditanami berbagai macam tanaman, buah-buahan, komoditi. Dengan jalan yang lekak-lekuk khas Flores, mata anda akan selalu dimanjakan.

Dan bila tiba di Paga, tepatnya di Polsek Paga, anda bisa berjalan lagi sekitar 3 Km untuk sampai di persimpangan menuju Pantai Koka. Dan dari persimpangan itu, anda harus menempuh jarak 2,5 Km untuk sampai Pantai Koka.

Memang, anda sedikit kerepotan dengan jalan yang agak sempit dan cukup sulit di akses. Tapi, bila anda sungguh ingin melepaskan dahaga anda, abaikan hambatannya, lanjutkan perjalanan anda hingga tiba di Pantai ini.

Perjalanan jauh dan melelahkan yang telah anda rasakan akan tebayar lunas di Pantai ini. Hempasan ombak yang besar dan menghantam bebatuan di bibir Pantai yang teletak di sisi kanannya seolah anda sedang berada di Florida, Amerika Serikat.

Hamparan tebing curam atau yang biasa dinamakan Clift yang dihantam ombak terus-menerus akan membuatmu terperangah. Clift itu tetap beridiri kokoh dan anggun seakan menampilkan pesona keperkasaan pantai ini.

Sebaliknya, di sisi kiri, berbeda jauh dengan yang di sisi kanan. Ombaknya sangat tenang. Ombak tersebut selalu membelai bibir pantai dengan lembut sehingga akan memanjakan setiap orang. Anda pun bisa bersantai di sini dan bermanja bersama air laut.

Dari sini pula, anda akan menyaksikan keindahan bukit-bukit berilalang. Bukit-butik itu ditumbuhi ilalang yang menempel dari kaki sampai di puncaknya. Ke lepas pantai, anda juga akan disuguhi sebuah pulau dengan luas seukuran lapangan bola kaki dan tak berpenghuni berdiri tegak. Di pantai ini, pengalaman anda akan semakin kaya.

Pantai Maukaro

Pantai Maukaro
Pantai Maukaro

Pantai berpasir putih ini juga tak kalah menarik. Pantai ini terletak di wilayah Kecamatan Maukoro. Jaraknya sekitar 56 Km dari kota juga dari kecamatan Nangapanda. Atau, kalau anda senang dengan perjalanan jauh, bisa melalui Kecamatan Weweria yang ditempuh dengan jarak kira-kira 87 Km.

Riak-riak kecil ombak dan panoramanya yang eksotik membuat masyarkat menjadikan pada pantai ini menjadi referensi untuk berakhir pekan. Anda yang belum mengenal pantai ini, yakinlah, akan sangat bahagia dengan ketenangan airnya. Anda pun bisa berolahraga renang.

Apabila anda ingin mencicipi hasil-hasil laut, di Pantai ini, tersedia juga berbagai jenis ikan yang disediakan para pedagang yang siap anda santap.

Pantai Mbuu

Pantai Mbuu
Pantai Mbuu

Ada satu Pantai lagi di Kabupaten Ende, namanya Pantai Mbuu. Pantai ini terletak tidak jauh dari pusat kota Ende. Anda bisa langsung melihatnya melalui jendela pesawat pas hendak mendarat di bandara di kota Ende.

Menyusuri pantai ini, sebuah sungai membelah daratan dan membentuk bendungan kecil seperti danau. Di bendungan ini, tumbuh ilalang dan rumput liar yang memberi nuansa hijau.

Dari kejauhan juga terlihat bukit tinggi menjulang ke angkasa yang menambah keindahan tempat ini. Batu-batu berlumut hijau juga memberi nuansa yang berbeda di tepi pantainya. Di balik sebuah gunung, di tengah pantai ini, anda bisa menyaksikan tenggelamnya Matahari. Penduduk setempat menyebutnya Gunung Meja.

Pantai Merah Jambu atau ”Pink Beach”

pantai-pink

Bagaimana pikiran dan perasaan anda ketika sedang berada di Pantai yang pasirnya berwarna merah jambu atau biasa juga disebut pink beach? Percaya tidak, ada pantai dengan ciri seperti itu? Nah, pantai jenis ini sangat jarang anda temukan. Sia-sia bila anda tidak bertamasa di pantai seperti ini karena hanya ada 7 di dunia.

Ketujuh pantai tersebut di antaranya ialah Pink Beach Harbor Island, Bahamas; Santa Cruz Island, Filipina; Sardinia, Italia; Bonaire, Duch Carribean Island; dan di Balos Lagoon, Crete, Yunani. Lalu, yang satunya dimana?

Pasti kamu tidak percaya kalau yang satunya lagi ada di Indonesia. Lalu, dimanakah di Indonesia? Lagi-lagi, terdapat di gugusan pulau Flores, tepatnya di Kabupaten Manggarai Barat, di Taman Nasional Komodo, habitat asli Komodo yang sudah menjadi satu dari tujuh keajaiban dunia.

Terjadinya pantai ini sehingga pasirnya berwarna merah muda nan cantik ini belum diketahui secara pasti. Tapi, beberapa pendapat menyebutkan, itu beasal dari pecahan karang berwarna merah yang sudah mati dan memang benyak ditemukan di pantai ini. Pendapat lain juga menyebutkan karena ada hewan mikroskopik bernama foraminifera yang memproduksi warna merah pada terumbu karang.

Untuk sampai ke pantai ini, anda bisa menggunakan jasa kapal atau speed boat dari Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat. Dari Labuan Bajo atau yang disebut dengan Labuan bangsa-bangsa, anda akan menuju Dermaga Loh Buaya di Pulau Rinca dan dengan jarak tempuh kira-kira 45 menit. Lalu dari sana, anda akan sampai di Pink Beach Komodo.

Kondisi alam yang masih bersih dan alami disuguhkan kepada anda pesona yang sangat mengagumkan. Bukit memanjang dari ujung pantai ke ujung lainnya seolah menjadi penglima pantai. Kondisi pantai yang sunyi memberikan kesan eksklusif membuat anda ingin memiliki pantai ini. Anda akan benar-benar dimanjakan dan dengan leluasa mengekspresikan dirimu di sini.

Selain menikmati kecantikan pantainya,  anda bisa menyempatkan diri untuk melihat langsung binatang yang berasal dari zaman antik yaitu “komodo”. Asik bukan?

Apabila anda hobi snorkeling dan diving, di pantai ini,  anda bisa mendapatkanya. Banyak biota laut yang masih alami seperti hard corals dan soft corals, ikan hias, seperti clown fish, butterfly fish, dan ribuan jenis karang. Dan buat fotografer, kamu bisa mengabadikan momen di tempat ini dan dijamin hasilnya tidak akan sia-sia.

Mengingat di sekitar Pink Beach tak ada penduduk, kebutuhan penginapan dan akomodasi lainnya dapat anda peroleh di Labuan bajo. Bila anda ingin bermalan di tempat dekat pantai ini, anda bisa menginap di kampung Komodo. Di kampung ini tersedian home stay di rumah penduduk, dan tentu dengan fasilitas yang sederhana. (ARJ/Floresa)