Ilustrasi
Ilustrasi

Floresa.co – Perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2014 tumbuh positif namun melambat dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarakan laporan Kajian Ekonomi Regional (KER) Kuartal IV yang dirilis Bank Indonesia pada 18 Februari lalu, pada tahun 2014, perekonomian NTT timbuh 5,04% bila dibandingkan tahun lalu atau year on year (yoy).

Namun, tren pertumbuhan tersebut melambat karena pada 2013 lalu perekonomian NTT tumbuh sebesar 5,42% (yoy).

Meski melambat, pencapaian kinerja perekonomian Provinsi NTT pada tahun 2014 ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi secara nasional yang hanya sebesar 5,02% (yoy).

“Penurunan realisasi pada belanja Provinsi dan Kabupaten/kota di Provinsi NTT yang baru mencapi 63,7% diduga menjadi salah satu faktor terjadinya perlambatan pada tahun 2014,”tulis Bank Indonesia Perwakilan NTT dalam laporannya.

Realisasi belanja pemerintah hingga triwulan IV 2014 hanya sebesar 78,48% atau sebesar 21,43 triliun rupiah dari total target belanja pemerintah yang sebesar 27,31 triliun rupiah. Rendahnya realisasi belanja lebih disebabkan oleh rendahnya realisasi belanja pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi NTT.

“Selain dikarenakan masalah ketersediaan data terkini, realisasi belanja yang hanya sebesar 68,09% untuk posisi data rata-rata hingga akhir November menunjukkan adanya permasalahan penyerapan anggaran yang kurang maksimal,”tulis Bank Indonesia.

Dari sisi penggunaan, pelambatan kinerja ekonomi Provinsi NTT pada tahun 2014 terutama disebabkan oleh
melambatnya kinerja konsumsi rumah tangga dan peningkatan impor dari daerah lain.

Kegiatan konsumsi, terutama konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,59% (yoy) melambat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 6,19% (yoy). Selain itu pertumbuhan net impor dari daerah lain yang mencapai 36,41% (yoy) mendorong perlambatan ekonomi di Provinsi NTT.

Dari sisi sektoral, dua sektor utama yaitu Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib serta Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor mengalami perlambatan, sementara sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan mengalami peningkatan pertumbuhan. (PTD/Floresa)