Melky Nahar, Manager Kampanye Tambang dan Energi Walhi NTT
Melky Nahar, Manager Kampanye Tambang dan Energi Walhi NTT

Floresa.co – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Cabang Nusa Tenggara Timur (Walhi NTT) menilai, Bupati Manggarai Christian Rotok merupakan salah satu bupati di NTT yang tidak memiliki kepedulian pada masalah kerusakan lingkungan.

“Dia tidak peduli dengan kerusakan lingkungan, dan proses pemiskinan yang terus terjadi di masyarakat lingkar tambang,” kata Melky Nahar, Manager Kampanye Walhi NTT kepada Floresa.co, Sabtu (21/2/2015).

Pernyataan Melky merespon apa yang disampaikan Rotok beberapa waktu lalu, yang menghina warga yang tolak tambang, di mana ia menyebut warga yang tolak tambang pernah terima uang, tapi sekarang menolak karena uang yang mereka dapat sudah habis. (Baca: Bupati Rotok Hina Warga yang Tolak Tambang)

“Mereka yang keberatan itu yang sudah habis uangnya. Sebelumnya, juga mau terima,” kata Rotok sebagaimana dilansir Harian Kompas, Selasa (17/2/2015).

Pernyataan itu ia sampaikan menjawab pertanyaan soal konflik tambang di Manggarai, di mana ada warga yang menolak dan ada yang menerima tambang. Kompas pada Selasa menyediakan hampir setengah halaman yang secara khusus mengulas konflik tambang di Manggarai dan Manggarai Timur (Matim).

Melky menegaskan, dengan berkata demikian, “Rotok menegaskan dirinya sebagai penguasa yang menjadi bagian dari mafia tambang di Manggarai.”

Ia menjelaskan, penilaian ini tidak berlebihan, karena dari pernyataannya, Rotok tampak berbicara dalam kapasitas sebagai pihak tertentu, yakni yang pro tambang.

“Harusnya, kalau Rotok cerdas, dia mengambil sikap sebagai seorang pemimpin yang mampu mengarah, membimbing dan akomodatif dengan seluruh masyarakat yang dia pimpin,” kata Melky.

“Fakta yang terjadi, ketika masyarakat tersesat akibat ketiadaan atau minimnya sumber daya, Rotok  memilih membiarkan persoalan itu terjadi. Di sini, Rotok sebetulnya lebih bodoh dari masyarakat dan tidak manusiawi,” katanya

Ia menjelaskan, dalam konteks tambang di Manggarai pun, dan relevansinya dengan pernyataan tadi, sesungguhnya memang bukan hal baru.

“Rotok itu, salah satu Bupati yang doyan memberikan Izin Usaha Pertambangan (IUP)”, tegasnya.

Terkait kecaman terhadap Rotok yang tidak saja datang dari Walhi NTT, Floresa.co, sudah berusaha menghubungi Rotok via telepon selulernya. Namun, tidak direspon bupati yang 10 tahun memimpin Manggarai itu. (Baca juga: Hina Warga Tolak Tambang, Rotok Tuai Kritikan Pedas) (ARL/Floresa)