BerandaMENDALAMMiss NTT Terhenti di...

Miss NTT Terhenti di Posisi 7 Besar

Mentari Putri
Mentari Putri

Floresa.co – Mentari Putri, wakil dari Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ikut dalam kontes Miss Indonesia 2015 terhenti di posisi tujuh besar.

Ia gagal menjadi finalis, setelah dewan juri memilih 3 peserta terbaik, yaitu Maria Harfanti (DI Yogyakarta), Yona Miagan (Papua) dan Savina Wibowo (Sumatera Selatan) dalam acara Malam Puncak Miss Indonesia 2015 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Senin (16/2/2015). Acara ini juga dihadiri oleh Miss World 2014, Rolene Strauss.

Penilain dewan juri akhinya menetapkan Maria Harfanti sebagi Miss Indonesia 2015, di mana ia akan mewakili Indonesia dalam ajang Miss Universe tahun ini.

Sementara posisi runner-up diraih Yona Miagan.

Mentari, yang merupakan mahasiswi FISIP Universitas Indonesia, sebelumnya masuk ke posisi tujuh besar dari 34 wakil setiap provinsi.

Gadis kelahiran 14 Maret 1993 tampak mahir menjawab pertanyaan dewan juri dengan menggunakan Bahasa Inggris.

Namun, dewi fortuna tampak tidak berpihak, sehingga ia gagal menjadi finalis.

Mentari punya hobi di dunia musik dan model. Ia  menjadi Juara I Modeling Nasional (2011) dan Best Performance Modeling Jawa Barat (2011). (ARL/Floresa)

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Wawancara Suster Virgula SSpS: “Percaya Sepenuhnya Kepada Tuhan”

Floresa.co - Nama Sr Virgula Schmitt SSpS (87) sangat akrab bagi...

KPK Tantang Gereja Katolik Audit Keuangan

Floresa.co - Seorang anggota senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menantang Gereja Katolik...

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...