Kegiatan pengobatan gratis di Labuan Bajo pada Senin (9/2/2015), yang digelar oleh Perhimpunan Wartawan Manggarai Barat (PWMB), bekerja sama dengan Dinkes Mabar. (Foto: Syefrei J/Floresa)
Kegiatan pengobatan gratis di Labuan Bajo pada Senin (9/2/2015), yang digelar oleh Perhimpunan Wartawan Manggarai Barat (PWMB), bekerja sama dengan Dinkes Mabar. (Foto: Syefrei J/Floresa)
Kegiatan pengobatan gratis di Labuan Bajo pada Senin (9/2/2015), yang digelar oleh Perhimpunan Wartawan Manggarai Barat (PWMB), bekerja sama dengan Dinkes Mabar. (Foto: Sefrey J/Floresa)

Labuan Bajo, Floresa.co – Di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) – Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), para wartawan menunjukkkan kepedulian pada situasi masyarakat dengan menggelar kegiatan pengobatan gratis pada Senin (9/2/2015).

Kegiatan ini yang diadakan dalam rangka Hari Pers Nasional pada 9 Februari, berlangsung di kompleks SDI Nggorang, Desa Nggorang, Kecamatan Komodo. Selain pengobatan gratis, juga ada diskusi publik.

Sirilus Ladur, Ketua Perhimpunan Wartawan Manggarai Barat (PWMB) mengatakan kepada Floresa.co di sela-sela kegiatan, wartawan di Mabar tidak hanya sekedar menulis berita di media, tetapi juga peduli terhadap persoalan yang sedang dihadapi masyarakat.

Kegiatan ini diadakan berkat kerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Mabar.

Menurut Sirilus, PWBM berupaya menjembatani kebutuhan masyarakat dengan pihak pemerintah.

Kornelis Rahalaka, ketua pelaksana kegiatan menjelaskan, akhir-akhir ini, masyarakat Mabar banyak yang menderita penyakit deman berdarah (DBD).

Karena itulah, para wartawan berniat membantu masyarakat agar tidak banyak yang kemudian terjangkit.

Apa yang dikatakan Kornelis juga diakui oleh Siprianus Sureng, perwakilan dari Dinkes Mabar.

Dalam sesi diskusi publik, Siprianus mengatakan, “kasus penyakit demam berdarah di Mabar dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan”.

“Sejak Januari 2015, di Mabar terdapat 50 warga yang terkena penyakit demam berdarah,” katanya.

Ia mengajak masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan cara menutup dan menguras tempat penampungan air setiap Minggu agar bebas dari jentik nyamuk.

Selain itu, juga mengubur, membakar dan membuang kaleng bekas, botol bekas dan sampah lain.

Siprianus menambahkan, membersihkan selokan agar air dapat mengalir dengan lancar, tidak membiarkan baju atau kain tergantung, tidur memakai kelambu, juga bagian dari cara menghilangkan kemungkinan berkembang-biaknya nyamuk. (ARL/Floresa)