Paskalis Thomas Didimus Yoseph Soe (Foto: dok pribadi)

Floresa.co – Andai terpilih menjadi Bupati Manggarai, Didimus Soe, salah satu bakal calon bupati yang akan bertarung pada Pilkada Manggarai mendatang mengatakan, ia akan konsentrasi pada pembangunan sektor pertanian, mengingat mayoritas masyarakat Manggarai bermata pencaharian sebagai petani.

Selain itu, kata dia, sektor pendidikan juga akan menjadi perhatiannya.

(Baca juga: Didimus Soe Siap Bertarung di Pilkada Manggarai)

“Prioritas utama adalah petani. Artinya program yang akan diprioritaskan adalah program infrastruktur untuk petani dan nelayan. Itu yang paling diutamakan, juga pendidikan. Itu sektor-sektor yang benar-benar harus kita perhatikan,” katanya kepada Floresa.co, Jumat (6/2/2015).

Untuk membangun dua sektor itu, kata dia, dirinya tak cuma mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kita harus mencari dana di luar APBD. Itu kunci sukses suatu daerah. Karena kalau hanya mengharapkan dari APBD saja, itu bergulir setiap tahun apa adanya. Semua bisa kerjakan itu. Tapi kalau kita bisa menghasilkan dana di luar dari APBD, nah di situ jelas pembangunan nampak sekali,” ujar pria bernama lengkap Paskalis Thomas Didimus Yoseph Soe ini.

Lantas dari mana dananya? Didimus yang mengelola perkebunan sawit di Kalimantan ini mengatakan ada dua sumber pendanaan yang diliriknya.

Pertama, dari program-program pemerintah pusat yang ditujukan untuk masyarakat di daerah.

“Saya punya pengalaman. Contoh di Kalimantan. Saya melihat beberapa kepala daerah di sana, mereka banyak sekali berkomunikasi dengan pusat, dengan departemen-departemen di Jakarta, sehingga dana-dana APBN itu dikucurkan,” ujarnya.

“Itu semua tergantung lobi dan hubungan baik mereka dengan pusat. Jadi, banyak sekali dana yang bisa dianggarkan untuk pembanguan di Manggari di luar dari APBD yang tersedia,” tambahnya.

Kedua, kata dia, adalah peran serta sektor swasta dalam pembangunan.

“Banyak sekali yang bisa kita kelola, pertanian apa pun bentuknya. Kita undang investor dan itu tidak masalah. Saya punya begitu banyak kenalan, kita pelajari potensi yang ada, kita lemparkan ke investor, kira-kira apa yang mereka bisa buat untuk kemajuan Manggarai,” ujarnya.

Tetapi, dia menegaskan tidak akan membuka peluang investasi sektor pertambangan di Manggarai.

Menurutnya, meski bisa mendatangkan profit, tetapi secara sosiologis masyarkat Manggarai termasuk Gereja Katolik, resisten dengan kehadiran pertambangan.

“Prinspnya, tambang untuk Manggarai, jangalah. Saya tidak berminat,” pungkasnya.

PTD/Floresa